Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   April   »   

Yesus (Sungguh Sudah) Mati

Selasa, 14 April 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Markus 15:39-47

Kita memang baru beberapa hari lalu membaca dan merenungkan perikop yang sama. Tetapi ada kebenaran penting dalam perikop ini yang tidak boleh kita lewatkan sehubungan dengan fondasi mengapa kita dapat memperoleh keselamatan di dalam Kristus Yesus.

Kematian Kristus memang tidak lazim. Minimal selama dua hari, Dia menjalani proses persidangan hingga penghukuman. Selama kurun waktu itu, tidak ada waktu rehat untuk melepas lelah. Umumnya, butuh waktu cukup lama untuk mati dengan cara disalib karena salib memang dirancang untuk menghukum mati secara perlahan. Itulah "seni"-nya salib! Tidak mengherankan bila Pilatus merasa heran saat mendengar bahwa Yesus Kristus sudah mati. Faktanya, sebelum disalibkan, Ia sudah mengalami penyiksaan yang sedemikian berat. Film Passion of the Christ yang mencoba menghidupkan imajinasi tentang cara Kristus dianiaya secara fisik belum terlalu berhasil melukiskan kejadian sebenarnya yang lebih parah dari itu. Luka menganga akibat sayatan dan cabikan cambuk yang ujungnya dipasangi benda tajam yang runcing merobek kulit sehingga darah terus mengalir keluar. Tidak mengherankan bila Ia mati lebih cepat. Ada beberapa saksi mata yang dicatat dalam peristiwa kematian Kristus, yaitu Yusuf dari Arimatea, Pilatus (yang mengonfirmasi berdasarkan laporan kepala pasukan yang melihat sendiri bagaimana Ia mati), Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus muda dan Yoses, Salome, serta ibu anak-anak Zebedeus (Matius 27:56). Belum terhitung para imam kepala, orang-orang Farisi, dan para tua-tua yang setuju bahwa Yesus Kristus telah mati (Matius 27:62; 28:12).

Banyak teori seputar kematian Kristus. Salah satunya mengatakan bahwa Yudaslah yang mati di salib menggantikan Yesus Kristus. Akan tetapi, bukti-bukti bahwa Yesuslah yang telah mati di atas kayu salib terlalu kuat untuk disangkal. Lalu, apa pentingnya kematian Yesus Kristus perlu ditegaskan? Jika Dia tidak sungguh-sungguh mati, tidak ada korban sempurna yang menjadi syarat mutlak untuk menebus dosa manusia. Korban sempurna itu hanya dapat dilakukan oleh Yesus, Sang Anak Manusia yang tidak berdosa dan tidak bercacat. Yudas tidak bisa. Petrus atau orang-orang yang dianggap suci juga tidak bisa. Jack Ma atau Bill Gates—orang-orang terkaya di dunia—juga tidak bisa. Yesus Kristus tidak tergantikan! Hanya Dia saja! Oleh karena itu, teguhkan hati Anda dan berlegalah karena Kristus memang telah mati bagi Anda. [GI Mario Novanno]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design