Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   April   »   

Identitas Sebagai Orang Merdeka

Minggu, 26 April 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Galatia 4:21-31

Ketika terjadi pertempuran antara dua buah perahu, strategi yang terbaik bukanlah mengalahkan penumpang di perahu lain tetapi menenggelamkan perahunya. Seperti itulah yang dilakukan Rasul Paulus di sini. Karena kelompok pengacau di Galatia berargumen dengan memakai Taurat, ia berkata, "Betulkah hukum Taurat mengajarkan apa yang dikatakan para pengacau itu, atau membenarkan apa yang kuberitakan bahwa hidupmu tidak berada di bawah Taurat?"

Rasul Paulus lalu memakai kiasan dengan membandingkan Sara dan Hagar. Hagar dikaitkan dengan gunung Sinai tempat hukum Taurat diberikan dan perhambaan (4:24-25), sedangkan Sara dikaitkan dengan Yerusalem sorgawi dan kemerdekaan (4:26) yang menerima anak melalui janji (4:27). Rasul Paulus berkata tentang Sara, "ialah ibu kita" (4:26) dan "kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji" (4:28). Maksudnya jelas. Ada dua macam "anak Abraham". Yang satu adalah yang diperanakkan menurut daging (4:29), diikat dengan hukum Taurat, dan sesungguhnya bukanlah anak, melainkan hamba. Yang satu lagi adalah "anak Abraham" yang sesungguhnya, yaitu yang diperanakkan menurut Roh (4:29) dan merupakan orang merdeka. Jemaat Galatia menjadi "anak Abraham" menurut janji, sama seperti Ishak yang diperanakkan menurut Roh dan merupakan orang merdeka. Rasul Paulus menegaskan bahwa inilah yang dikatakan oleh Taurat. Maka, bagaimana mungkin mereka¬óberdasarkan Taurat¬ójustru memilih menjadi anak Hagar? Lalu, apa yang dikatakan Kitab Suci untuk situasi yang dialami jemaat Galatia? Jawabannya adalah, "Usirlah hamba perempuan itu ...." (4:30). Bukan saja mereka harus menolak ajaran kelompok pengacau di Galatia, tetapi mereka juga diminta untuk mengusir orang-orang itu.

Rasul Paulus kembali mengingatkan siapakah jemaat Galatia yang sesungguhnya: Mereka adalah "anak-anak perempuan merdeka" (4:31). Maka mereka tidak boleh kembali kepada perhambaan. Sebaliknya, mereka harus belajar mengekspresikan kemerdekaan mereka dengan berjalan di dalam Roh. Identitas yang jelas sebagai "anak Abraham", pewaris janji hidup yang kekal, dan orang merdeka yang mengikuti Roh Kudus, akan menentukan bagaimana mereka hidup. Apakah identitas Anda yang jelas sebagai anak-anak Allah, orang-orang tebusan Kristus, telah mengubah kehidupan Anda? [Pdt. Jeffrey Siauw]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design