Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   Mei   »   

Allah Membela Umat-Nya

Jumat, 15 Mei 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Hakim-hakim 15

Saat membaca tentang pembunuhan yang dilakukan seorang diri oleh Simson terhadap orang Filistin, fokus perhatian kita seharusnya bukan tertuju kepada masalah pembunuhan atau kepada keperkasaan Simson, melainkan kepada cara Allah membela umat-Nya dari penindasan bangsa Filistin. Dari satu sisi, balas-membalas yang terjadi antara Simson dan bangsa Filistin bukanlah teladan untuk kita tiru. Allah tidak menghendaki kita menjadi seorang pendendam yang selalu berusaha membalas dendam terhadap seseorang yang kita anggap telah menyakiti diri kita. Sebaliknya, Allah menghendaki agar umat-Nya menjadi anak-anak Allah yang murah hati dan pemaaf (Matius 5:39-48). Tuhan Yesus juga mengajarkan bahwa kita harus mengampuni "sampai tujuh puluh kali tujuh kali"—suatu ungkapan yang menunjuk kepada pengampunan yang tanpa batas (Matius 18:21-22). Bahkan, Tuhan Yesus sendiri memberikan teladan melalui doa yang terungkap di kayu salib, "Ya Bapa, ampunilah mereka, ...." (Lukas 23:34). .Dari sisi lain, kita bisa melihat bahwa Allah bisa memakai seorang yang kasar dan pendendam untuk melindungi umat-Nya. Kita harus menyadari bahwa pada masa Simson, bangsa Israel sedang dalam keadaan tertindas di bawah penjajahan bangsa Filistin. Perhatikan bahwa kisah pengalaman Simson dalam Hakim-hakim 14-15 memperlihatkan bahwa bangsa Filistin adalah bangsa yang licik dan kejam! Kegarangan Simson diperlukan agar umat Allah terlindung dari keganasan bangsa Filistin.

Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan dua hal penting kepada kita: Pertama, saat kita berkuasa, kita tidak boleh berlaku sewenang-wenang. Kesewenang-wenangan akan memunculkan pembalasan dari pihak yang merasa tertindas. Kekuasaan akan bertahan lebih lama bila kekuasaan itu dipakai untuk melindungi orang-orang yang berada di bawah kekuasaan kita. Kedua, bila kita berada dalam keadaan tertindas, kita harus tetap mempercayai Allah sebagai sumber pertolongan kita. Bila Allah seperti diam saja, mungkin Allah sedang menyiapkan pertolongan untuk kita. Ingatlah bahwa cara Allah bertindak tidak selalu dapat kita duga sebelumnya. Sadarkah Anda bahwa seorang yang kasar dan gampang dikuasai oleh nafsu seperti Simson bisa dipakai oleh Allah untuk membela umat-Nya? [GI Roni Tan/GI Purnama]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design