Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   Mei   »   

Rencana Allah Selalu Berhasil

Sabtu, 16 Mei 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Hakim-hakim 16

Kisah Simson adalah kisah menyedihkan. Keperkasaan fisiknya tidak disertai kekuatan batin. Dia tidak bisa mengendalikan hawa nafsu sehingga ia mudah terpikat oleh rayuan wanita. Dia tidak peka dan tidak bertobat saat orang tuanya mengingatkan bahwa tidak sepatutnya dia menikahi seorang perempuan Filistin (14:3). Mengingat bahwa setelah wafat, Simson dikuburkan di kubur ayahnya (16:31), mungkin Simson jatuh ke dalam rayuan perempuan sundal di Gaza (16:1), dan lalu jatuh cinta kepada wanita Filistin bernama Delila (16:4) sesudah kedua orang tuanya wafat. Petualangan cinta terlarang Simson itu berakibat fatal. Delila bukan hanya budak nafsu, melainkan juga budak uang. Dia tidak benar-benar mencintai Simson. Oleh karena itu, demi uang (16:5), Delila merayu Simson mati-matian untuk mengorek rahasia kekuatan Simson. Akhirnya, Simson yang diperbudak oleh hawa nafsunya itu mengakui rahasia kekuatannya, sehingga ia berhasil dilumpuhkan kekuatannya oleh orang-orang Filistin karena Tuhan meninggalkan dia (16:20). Selanjutnya, Simson ditangkap, dicungkil kedua matanya, dan ditahan,

Kisah Simson yang tragis ini merupakan peringatan bagi setiap orang percaya yang merasa dirinya sukses, baik sukses dalam pekerjaan maupun dalam pelayanan, untuk selalu mengingat bahwa Allah-lah yang menjadikan kita sukses, serta selalu mengingat bahwa kita bisa gagal dan jatuh dalam sekejap mata bila Allah tidak menopang kita. Syukurlah bahwa menjelang akhir hidupnya, Simson sadar dan mencari Tuhan, sehingga dia tidak mati sebagai pecundang, tetapi dia mati sebagai pahlawan iman yang mengorbankan nyawanya untuk membebaskan umat Israel dari penindasan bangsa Filistin.

Akhir kisah Simson ini mengajarkan dua hal penting kepada kita: Pertama, rencana Allah pasti berhasil. Bila kita hanya melihat bahwa Simson adalah seorang yang tidak bisa menahan nafsunya, kita akan beranggapan bahwa Simson tidak memiliki masa depan yang baik. Akan tetapi, ternyata bahwa Tuhan bisa memakai Simson dengan cara-Nya sendiri, bahkan mengembalikan iman Simson menjelang akhir hidupnya. Kedua, dosa harus segera dibereskan. Simson tidak peduli terhadap batas dalam pergaulan yang seharusnya dia patuhi, sehingga dia harus mati secara menyedihkan. Apakah Anda memahami dan menaati batas-batas dosa yang tidak boleh Anda langgar? [GI Roni Tan/GI Purnama]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design