Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   Mei   »   

Kebobrokan Moral Bangsa Israel

Senin, 18 Mei 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Hakim-hakim 19

Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan kemerosotan moral yang luar biasa yang terjadi karena bangsa Israel telah meninggalkan Tuhan. Kemerosotan moral tersebut memiliki kemiripan dengan kemerosotan moral di kota Sodom pada zaman Lot. Perhatikan bahwa perkataan "kami pakai" di kedua bagian Alkitab itu menunjuk kepada hubungan homoseksual (Hakim-hakim 19:22, Kejadian 19:5). Dalam kedua teks Alkitab tersebut, tuan rumah menawarkan anak perempuan mereka untuk diperkosa sebagai pengganti tamu pria (Hakim-hakim 19:24, Kejadian 19:8). Hal ini menunjukkan penghargaan yang sangat rendah terhadap kaum wanita. Sungguh keterlaluan bahwa tamu pria dianggap lebih berharga daripada anak wanita! Dalam bacaan Alkitab hari ini, sikap si orang Lewi terhadap gundiknya juga amat keterlaluan. Gundiknya itu dia ambil dari rumah orang tuanya. Akan tetapi, saat menghadapi bahaya, ia menangkap gundiknya, lalu menyerahkan gundiknya pada orang-orang dursila untuk diperkosa, sedangkan dia sendiri bisa tidur nyenyak sehingga tidak sadar saat gundiknya kembali dan kemudian tergeletak dalam keadaan tewas di depan pintu rumah (Hakim-hakim 19:26-27).

Dalam kelima pasal terakhir kitab Hakim-hakim, disebutkan bahwa sumber masalah yang menyebabkan terjadinya kemerosotan moral adalah tidak adanya raja di Israel, yang membuat setiap orang melakukan apa yang benar menurut pandangannya sendiri (17:6; 18:1; 19:1; 21:25). Akan tetapi, penjelasan semacam ini tidak boleh diartikan secara hurufiah. Berdasarkan pengajaran seluruh Alkitab, jelas bahwa Allah menghendaki agar umat-Nya memandang Allah sebagai Raja (misalnya perhatikan Mazmur 5:3; 10:16; 24:7-10; 44:5; 47:3,7-8). Kegagalan memandang Allah sebagai Raja membuat umat Israel tidak memiliki pegangan dan berbuat semaunya sendiri. Suku Lewi yang seharusnya memimpin peribadatan kepada Allah pun tidak melakukan tanggung jawabnya seperti yang terlihat dari sikap seorang Lewi yang bersedia digaji untuk menjadi imam di kuil milik Mikha (Hakim-hakim 17:7-12). Orang Lewi dalam bacaan Alkitab hari ini juga memperlihatkan standar moral yang amat rendah. Pada zaman ini, Allah menghendaki agar orang percaya menjalankan fungsi sebagai imam yang memberitakan karya Allah bagi dunia ini (1 Petrus 2:9). Apakah Anda sudah menjalankan fungsi sebagai imam dengan semestinya? [GI Roni Tan]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design