Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2014   »   Oktober   »   

Satu Misi Banyak Tanggapan

22 Oktober 2014
Renungan GEMA
Rabu, 22 Oktober 2014

Bacaan Alkitab hari ini: Lukas 23

Saat Tuhan Yesus ditangkap dan disalibkan, ada berbagai respons: Pertama, Herodes—yang sudah lama mendengar bahwa Tuhan Yesus banyak melakukan mujizat—berharap untuk melihat bukti berita tersebut, tetapi Tuhan Yesus tidak mau mengucapkan sepatah kata pun kepadanya. Akhirnya, raja yang jahat ini mengolok-olok Tuhan Yesus karena keinginannya tidak terpenuhi (23:11).

Kedua, Pilatus—yang tahu bahwa Tuhan Yesus tidak bersalah sehingga tidak pantas dihukum mati—mengorbankan keadilan dengan menghukum orang yang tidak bersalah dan bersahabat dengan orang fasik (23:24-25) agar bisa menyenangkan orang banyak.

Ketiga, Barnabas—pelaku kriminal yang pantas dihukum mati, namun dibebaskan karena Tuhan Yesus yang tidak bersalah menempati posisinya (23:25)—mungkin tak pernah bersyukur dan tidak ikut melihat bahwa Tuhan Yesus menggantikan dirinya. Ia begitu senang terbebas dari hukuman mati, namun hidupnya tetap terbelenggu oleh dosa dan kehidupan lamanya.

Keempat, Orang banyak—yang ikut berteriak untuk meminta agar Tuhan Yesus disalibkan (23:21-23), lalu menyaksikan bagaimana Tuhan Yesus menghadapi kematian (termasuk menyaksikan bagaimana Tuhan Yesus berdoa memohon pengampunan bagi mereka, 23:34)—akhirnya memukul-mukul diri sebagai tanda penyesalan (23:48) setelah sadar bahwa Tuhan Yesus adalah orang yang baik dan benar, namun diperlakukan dengan tidak adil.

Kelima, Penjahat—yang diampuni setelah menunjukkan sikap pertobatan saat sadar bahwa dirinya bersalah dan pantas dihukum—menunjukkan iman yang besar ketika meminta Tuhan Yesus mengingat dirinya (23:42), padahal saat itu Tuhan Yesus tidak tampak sebagai Sosok yang dapat menyelamatkan.

Keenam, Yusuf dari Arimatea—yang sebelumnya mengikuti Tuhan Yesus secara sembunyi-sembunyi—akhirnya menunjukkan keberanian yang besar ketika secara terang-terangan menurunkan tubuh Tuhan Yesus dari salib dan memberikan kuburan miliknya untuk mayat Tuhan Yesus. [FL]

Roma 5:6

“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita….”
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design