Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2014   »   Oktober   »   

Telinga yang Peka

25 Oktober 2014
Renungan GEMA
Pra-Reformasi

Sabtu, 25 Oktober 2014


Bacaan Alkitab hari ini: Amsal 2:1-5

Berbeda dengan mata yang bisa tidak melihat, telinga pasti mendengar setiap suara yang masuk. Namun, masalah yang timbul berkaitan dengan perbedaan antara mendengar dan mendengarkan. Manusia mempunyai ‘filter’ tersendiri di telinganya, sehingga ia hanya ingin mendengarkan hal-hal yang menyenangkan dan memuaskan keinginannya. Akibatnya, tidak setiap suara yang masuk dan terdengar diperhatikan. Celakanya, ‘filter’ tersebut justru meloloskan suara-suara yang tidak baik dan menghalangi suara-suara yang baik (bandingkan dengan 2 Tim. 4:3-4).

Oleh sebab itu, tidak mengherankan bila firman Tuhan mengajarkan kita untuk sungguh-sungguh mendengarkan perkataan bernilai dan tidak mendengarkan suara yang tidak bermakna. Tuhan Yesus berkata, “Siapa mempunyai telinga, hendaklah ia mendengar!” (Markus 4:9, 23; Lukas 8:8; 14:35). Seruan itu diulangi sampai tujuh kali terhadap setiap gereja yang disebut dalam kitab Wahyu (2:7, 11, 17, 29; 3:6, 13, 22).

Agar kita bisa lebih peka terhadap suara Tuhan, kita perlu memulai dengan kerinduan menikmati hikmat (Ams. 2:1-2). Hikmat adalah petunjuk tentang bagaimana hidup harus dijalani. Karena hidup ini berasal dari Allah, Allah-lah yang mempunyai petunjuk itu, sehingga harus kepada Allah-lah kita mencari hikmat. Seperti yang kita ketahui, petunjuk itu Allah berikan dalam bentuk firman Tuhan, sehingga kepada firman Tuhan-lah kita harus membuka telinga lebar-lebar dan bukan kepada suara-suara asing.

Lalu, apakah di luar Alkitab tidak ada hal yang bermanfaat? Sebenarnya, segala pengetahuan umum yang benar juga berasal dari Allah. Namun, kita perlu standar untuk menilai apakah yang kita dengar merupakan petunjuk yang kita butuhkan atau yang menyesatkan. Kita butuh hikmat dari firman Tuhan sebagai ‘filter’! Arahkanlah minat Anda untuk mendengar firman Tuhan, maka telinga kita akan mendapat petunjuk hidup yang kita butuhkan (Amsal 2:5). [FB]

Markus 4:9b

“Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design