Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2014   »   Oktober   »   

Pikiran yang Baik dan Positif

29 Oktober 2014
Renungan GEMA
Pra-Reformasi

Rabu, 29 Oktober 2014

Bacaan Alkitab hari ini: Filipi 4:8-9


Dari organ luar, mari kita bergerak ke organ dalam. Pada hari ini, kita akan menyoroti otak kita—organ yang menyimpan ingatan masa lalu kita. Apakah hal-hal berkesan yang tersimpan kuat adalah hal yang baik atau tidak? Ingatan kita—baik menyangkut hal yang baik maupun yang buruk—berpengaruh terhadap cara kita memberi respons. Seorang yang memiliki ingatan masa kecil ditindas oleh pria dewasa berkumis akan cenderung menjaga jarak dan menjauhi setiap pria berkumis yang ia temui, sekalipun pria berkumis itu adalah seorang pendeta yang baik dan ramah. Sebaliknya, anak yang bebas dari pengalaman traumatik akan dapat bergaul dengan bebas tanpa terhalang oleh masalah kumis.

Ingatan juga sangat mempengaruhi respons kita dalam berbicara maupun bertindak terhadap berbagai hal. Rasul Paulus memahami pengaruh ingatan ini, sehingga ia menasehati agar orang Kristen melindungi pikirannya dari pengaruh luar yang negatif. Perlindungan ini didapat dengan mengisi sebanyak mungkin pikiran kita, bahkan memenuhinya dengan hal-hal yang baik dan positif (4:8).

Peperangan untuk mengisi pikiran dengan hal yang baik dan positif terjadi dalam sudut pandang yang kita miliki akan suatu hal. Pada dasarnya, respons yang baik berasal dari sudut pandang positif, dan respons yang buruk berasal dari sudut pandang negatif. Kita menyikapi sebagian hal dengan sudut pandang positif dan menyikapi hal lainnya dengan sudut pandang negatif. Marilah kita membangun sudut pandang positif tentang berbagai hal, khususnya untuk hal-hal yang selama ini kita sikapi secara negatif. Kita dapat memulainya dari apa yang kita pikirkan tentang orang tua dan anak kita, rekan kerja dan atasan kita, rekan pelayan dan hamba Tuhan kita, termasuk terhadap para pengendara motor yang meminta lajur kita. Jika kita setia melakukannya, dengan sendirinya, kita akan bersikap dengan tepat. [FB]

Filipi 2:5

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design