Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2014   »   Oktober   »   

Sukacita Hati setelah Dukacita

30 Oktober 2014
Renungan GEMA
Pra-Reformasi

Kamis, 30 Oktober 2014


Bacaan Alkitab hari ini: 2 Korintus 7:8-11

Salah satu tanda kemajuan kehidupan rohani seseorang adalah kepekaannya akan dosa. Kesadaran akan keberdosaan akan membuat seseorang berdukacita secara mendalam dan berbalik mengikuti Allah dengan sungguh-sungguh. Setelah surat 1 Korintus dikirimkan, Rasul Paulus pernah mengirim surat teguran yang keras yang dampaknya adalah dukacita massal yang membuat jemaat Korintus bertobat. [Sayangnya, surat itu sekarang telah hilang sehingga kita tidak mengetahui apa isi dan kata-kata di dalamnya]. Oleh karena itu, Rasul Paulus tidak menyesal telah mengirim surat itu, melainkan bersukacita (7:8-9).

Bagi Rasul Paulus, dukacita yang mengantar seseorang pada pertobatan adalah dukacita kudus yang membuahkan sukacita. Sebaliknya, bila seseorang bersukacita atas hal duniawi yang berdosa, ia akan diantar pada dukacita sejati karena tidak pernah bertobat (7:10-11).

Manusia menganggap perasaan dukacita sebagai perasaan negatif, dan sebaliknya sukacita dianggap sebagai perasaan positif. Wajar bila kita mengutamakan untuk mengalami sukacita dan menghindari dukacita. Namun, sukacita yang harus dikejar adalah sukacita sejati atas pertobatan diri kita. Tidakkah kita menikmati indahnya hidup yang semakin jauh dari dosa dan semakin dekat dengan Kristus.

Oleh sebab itu, bila pada hari ini kita melakukan kesalahan sehingga mendapat teguran, jangan terburu-buru menghilangkan perasaan bersalah tanpa mengambil langkah perubahan hidup. Kita tidak akan nyaman dengan kondisi demikian. Namun, bila kita memakai kondisi tersebut untuk belajar, kita akan bersukacita atas anugerah Allah yang mengajar kita bertumbuh. Jangan buang perasaan dukacita karena dosa, tetapi biarkan Allah menggantinya dengan anugerah sukacita. [FB]

Filipi 2:5

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama,
menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design