Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2015   »   Juni   »   

Kunci Kebahagiaan

Selasa, 16 Juni 2015
Kunci Kebahagiaan

Bacaan Alkitab hari ini: Mazmur 127-130

Kunci kebahagiaan bukanlah terletak pada usaha kita sendiri, melainkan pada kebersandaran kita kepada Allah. Bersandar kepada Allah bukan berarti bahwa kita tidak melakukan apa-apa, melainkan berarti bahwa kita menyadari dan mengakui bahwa sumber kekuatan kita dalam bekerja dan dalam mengusahakan segala sesuatu berasal dari Allah. Bila kita berhasil—baik dalam pekerjaan atau dalam rumah tangga—kita harus mengakui bahwa keberhasilan kita disebabkan karena Allah membuat diri kita berhasil. Kita perlu menyadari bahwa kita tidak berkuasa atas hidup kita sendiri. Ada hal-hal yang bisa mendatangi hidup kita tanpa bisa kita tolak, misalnya bencana alam, kecelakaan, penyakit, dan sebagainya. Bagaimanapun kita menjaga diri, kemampuan diri kita untuk melindungi diri kita sendiri amatlah terbatas, apalagi kemampuan kita untuk memelihara dan melindungi keluarga kita (Mazmur 127-128).
Kita harus senantiasa mengingat bahwa semua berkat yang telah kita terima datangnya dari TUHAN yang berkenan memberkati kita (129:1-4). Pengalaman masa lalu itu seharusnya menjadi pegangan bagi kita untuk bersandar kepada TUHAN dalam hal-hal yang menjadi kekuatiran atau permasalahan kita pada masa depan (129:5-8; 130:5-8). Di lain pihak, kita pun harus selalu ingat bahwa yang dituntut Allah dari diri kita adalah sikap hidup takut akan TUHAN (128:1), artinya kita harus mengasihi TUHAN dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, dengan cara melakukan kehendak TUHAN dan menghindari hal-hal yang bisa menyakiti hati TUHAN. Sekalipun demikian, kita juga perlu menyadari bahwa kita belum sempurna. Kita bisa melakukan kesalahan. Oleh karena itu, kita juga perlu bersandar kepada pengampunan TUHAN (130:3-4). [P]

Mazmur 127:1; 128:1

”... Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. ... Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!”
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design