Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2015   »   September   »   

Bait Allah yang Mewah

Kamis, 24 September 2015
Renungan Gema
Bacaan Alkitab hari ini: 2 Tawarikh 3:1-5:1

Bila kita memperhatikan ukuran Bait (rumah) Allah atau Bait Suci yang dibangun oleh Raja Salomo (3:3), mungkin kita akan merasa heran saat menyadari bahwa ukuran Bait Allah itu hanya seperti ukuran gereja yang relatif kecil: panjang 60 hasta (=27 m) dan lebar 20 hasta (=9m). Sekalipun demikian, kita perlu menyadari bahwa pada masa itu, yang diizinkan memasuki Bait Suci hanya para imam, Bahkan Ruang Mahasuci hanya boleh dimasuki oleh Imam Besar setahun sekali. Oleh karena itu, memang tidak diperlukan bangunan dengan ukuran yang terlalu luas.
Walaupun ukuran Bait Suci relatif kecil, bahan-bahan yang dipakai amat mahal (memakai kayu impor dan banyak memakai lapisan emas). Bila bangunan semacam itu didirikan pada masa kini, pasti banyak orang akan mengatakan bahwa mendirikan bangunan yang mahal semacam itu merupakan suatu pemborosan! Akan tetapi, bagi Raja Salomo (yang mewarisi pola pikir Raja Daud), Allah patut dihormati dengan kemewahan! Perhatikan penghargaan kepada Allah yang diungkapkan Raja Daud (1 Tawarikh 29:1-5) maupun Raja Salomo (2 Tawarikh 2:5-6).
Apakah tindakan membangun Bait Allah yang megah dan mewah itu merupakan tindakan yang berlebihan? Tidak! Yang menjadi masalah adalah bila kita membangun Rumah Allah untuk kepentingan kita sendiri (supaya kita mendapat pujian). Bagi Salomo, masalah juga muncul karena dia membangun istana yang (lebih) megah bersama-sama dengan pembangunan Bait Suci (2:1, 3, 12; 7:11). Bait Allah dibangun dalam 7 tahun (1 Raja-raja 6:38), sedangkan istana Salomo dibangun dalam 13 tahun (1 Raja-raja 7:1). ( [P]

2 Tawarikh 2:6

"Tetapi siapa yang mampu mendirikan suatu rumah bagi Dia,
sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini,
sehingga aku hendak mendirikan suatu rumah bagi Dia,
kecuali sebagai tempat untuk membakar korban di hadapan-Nya?"
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design