Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2016   »   April   »   

Tentang Perkawinan

Kamis, 21 April 2016
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : 1 Korintus 7

Menikah atau membujang, manakah lebih baik? Sama-sama baik, tergantung pada panggilan hidup seseorang. Jika seseorang diberi karunia untuk hidup membujang, itu adalah baik karena ia memiliki lebih banyak waktu untuk melayani Tuhan (7:33-34, 37, 40). Namun, jika seseorang tidak diberi karunia membujang, hendaklah ia menikah supaya tidak jatuh ke dalam dosa percabulan (7:2, 9, 28, 36). Bagi yang menikah, Paulus memberikan tiga prinsip. Prinsip pertama bersifat umum, yaitu baik suami maupun isteri harus saling setia dan menunaikan kewajiban (7:3-5). Prinsip kedua berbicara tentang perceraian. Secara eksplisit, Paulus mengajarkan bahwa isteri tidak boleh menceraikan suaminya dan suami tidak boleh menceraikan isterinya (7:10-11). Prinsip ketiga berkaitan erat dengan konteks jemaat Korintus yang sudah menikah sebelum percaya. Dalam kondisi demikian, jika ada suami atau isteri menjadi percaya dan pasangan hidupnya tetap tidak percaya, mereka tidak boleh menceraikan pasangan yang belum seiman tersebut (7:10-16).

Bagaimana pengajaran di atas diterapkan bagi jemaat masa kini? Jemaat yang menikah harus menghormati yang tidak menikah, demikian juga sebaliknya. Dalam relasi suami dan isteri, masing-masing pihak harus menjaga kesetiaan. Dalam zaman yang penuh godaan ini, bagaimana pengalaman Anda memperjuangkan kesetiaan kepada pasangan? Usaha-usaha apakah yang sudah dan perlu Anda lakukan agar tidak menciderai kesetiaan pernikahan Anda? Dalam konteks yang lebih luas, setiap anggota keluarga--baik sebagai suami, isteri, orang tua, atau anak--harus menunaikan kewajiban masing-masing. Menurut Anda, apakah tantangan terbesar bagi anggota keluarga untuk menunaikan kewajiban dalam keluarga? [TF]






"Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, tetapi mengingat bahaya
percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap
perempuan mempunyai suaminya sendiri. Hendaklah suami memenuhi
kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya."
1 Korintus 7:1a-3

COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design