Kehadiran Roh Kudus seharusnya bersifat mempersatukan, bukan memecah belah. Akan tetapi, persatuan tidak bersifat otomatis, melainkan harus dibangun dengan kesadaran dan tindakan nyata. Roh Kudus bersifat mempersatukan karena Roh Kudus selalu membawa manusia kepada Kristus. Bila semua orang percaya mendekat kepada Kristus, maka orang-orang percaya itu akan dekat satu dengan yang lain. Kedekatan orang percaya satu dengan yang lain itu tampak jelas dalam kehidupan orang percaya pada abad pertama, khususnya di Gereja Yerusalem. Saat Hari Raya (continue)





