Mazmur 98

Nyanyian Baru

9 Januari 2026
GI Yorimarlina Umboh

Setiap orang pasti pernah merasa bersukacita, baik karena meraih prestasi, mendapat kabar gembira, atau karena mengalami pertolongan yang tidak terduga. Akan tetapi, sukacita sejati dalam Alkitab bukan sekadar luapan perasaan bahagia atau keadaan yang baik, melainkan respons sepenuh hati terhadap karya penyelamatan Allah. Mazmur 98 adalah ajakan untuk menyanyikan nyanyian baru bagi TUHAN (98:1) karena karya keselamatan-Nya yang besar.

Para penafsir melihat mazmur ini sebagai respons umat Israel atas tindakan Allah yang penuh kuasa dan keadilan. Dalam konteks Perjanjian Lama, nyanyian baru muncul setelah Allah melakukan penyelamatan atau pelepasan yang besar, misalnya dari musuh atau dari pembuangan. Jadi, mazmur ini adalah deklarasi iman dan sekaligus undangan agar seluruh bumi memuji Allah. Nyanyian "baru" atau "chadash" berarti baru atau segar, diperbarui, belum pernah dinyanyikan sebelumnya. Bukan hanya lirik yang baru, tetapi ada pengalaman baru bersama Allah yang menuntut respons baru. Selain itu, kata keselamatan (Yeshuah, 98:2) muncul sebagai alasan utama untuk menyanyikan pujian. Kata Ibrani ini berkaitan dengan kata Yunani Yesus (Yeshua) dalam Perjanjian Baru, sehingga merupakan gambaran profetik bagi karya keselamatan Kristus. Mazmur ini dibagi menjadi tiga bagian penting, yaitu: Pertama, umat diajak menyanyikan nyanyian baru karena Allah telah melakukan perbuatan ajaib dan menyatakan keselamatan-Nya kepada bangsa-bangsa (98:1-3). Kedua, seluruh bumi—bukan hanya Israel—dipanggil untuk bersorak dan memuji Allah dengan musik, sorak-sorai dan sukacita (98:4-6). Ketiga, alam—laut, sungai dan gunung—turut bersorak, sebab TUHAN akan datang menghakimi dunia dengan keadilan (98:7-9). Dengan kata lain, keselamatan dari Allah itu bukan hanya bersifat pribadi atau nasional, tetapi juga bersifat kosmik, meliputi seluruh ciptaan.

Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan bahwa kita seharusnya menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan setiap hari. Mungkin ada orang yang berkata, saya tidak bisa menyanyi! Akan tetapi, nyanyian baru bukan hanya menyangkut puji-pujian dalam ibadah atau masalah lirik baru, tetapi respons terhadap Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan, menjaga, memelihara, serta mencukupkan kebutuhan hidup kita. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk tidak menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan. Tidak ada alasan untuk berkata bahwa kita tidak bisa menyanyi. Pengalaman hidup bersama TUHAN merupakan nyanyian baru untuk dikumandangkan. Bersediakah Anda menyanyikan nyanyian baru bagi mereka yang belum mengenal Kristus?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design