Setelah mengetahui tempat yang dipilih Tuhan untuk lokasi Bait Suci, Daud segera membuat persiapan. Ia memusatkan hati dan pikiran serta seluruh kemampuannya. Ia menolak tawaran Ornan yang hendak memberikan tanah secara cuma-cuma (pasal 21) dan ia ingin membayar dengan harga penuh, tidak dikurangi sedikit pun karena ia ingin mempersembahkan sesuatu dari miliknya sendiri, bukan dari pemberian orang lain. Pasal ini memperlihatkan keseriusan dan kesungguhan Daud dalam mempersiapkan pembangunan Bait Suci. Ia telah mengumpulkan emas, perak, tembaga dan batu-batu permata dalam jumlah sangat besar. Kayu yang dipakai adalah kayu aras dari Libanon, yaitu kayu bermutu paling tinggi pada masa itu. Daud juga menyiapkan tukang-tukang terbaik, ahli di bidang pekerjaan mereka masing-masing.
Selain menyiapkan masalah teknis, Daud juga menyiapkan tokoh-tokoh kunci yang melaksanakan pembangunan. Pertama-tama, ia menyiapkan Salomo dengan memberitahu janji Tuhan, meneguhkan hatinya, serta mengingatkannya agar selalu "melakukan dengan setia ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum yang diperintahkan TUHAN." Kemudian, Daud memberi perintah kepada semua pembesar Israel untuk mendukung pekerjaan Salomo. Ia mengingatkan mereka agar bekerja sepenuh hati. Ia memikirkan segala sesuatu dengan sangat matang dan menyiapkan segala yang terbaik untuk pembangunan Bait Suci karena "rumah yang akan didirikannya bagi TUHAN haruslah luar biasa besarnya sehingga menjadi ternama dan termegah di segala negeri" (22:5b).
Daud tidak memikirkan kemasyhuran dirinya atau Salomo atau Israel, tetapi kemasyhuran nama TUHAN. Daud tidak memikirkan penghargaan bagi namanya sendiri. Dia berusaha melakukan bagiannya dengan sebaik-baiknya. Dia sadar bahwa Salomo masih terlalu muda dan belum berpengalaman untuk pekerjaan sebesar itu. Oleh karena itu dia berusaha mendukung Salomo dengan segenap kekuatannya. Daud pasti sadar bahwa namanya tidak akan tercatat sebagai pendiri Bait Suci, karena tidak ada penghargaan bagi "pemain di belakang layar" dalam hal apa pun. Sejarah dan Alkitab tidak menyebut Bait Suci itu sebagai Bait Suci Daud, melainkan Bait Suci Salomo. Mereka yang berperan di atas panggung akan mendapat nama, tetapi pendukung di belakang layar mungkin tidak diingat orang. Dalam pekerjaan Tuhan, tidak semua orang berperan di atas panggung. Harus ada orang-orang yang mendukung di balik layar. Bila Anda berada di posisi sebagai pendukung dan tergoda untuk mundur, ingatlah teladan Daud. Maukah Anda melayani tanpa mencari penghargaan manusia, hanya dari Tuhan saja? (lihat Matius 25:21,23).