Setelah Saul mati, para tua-tua Israel datang kepada Daud di Hebron untuk meminta dia menjadi raja atas seluruh Israel. Permintaan ini sebenarnya bukan keputusan para pemimpin Israel, melainkan ketetapan Tuhan yang sudah mengurapi Daud menjadi raja Israel menggantikan Saul. Kedudukan raja adalah hak yang diberikan Allah kepada Daud, tetapi Daud tidak mau meraih kuasa dengan paksaan. Daud mengikat perjanjian dengan seluruh Israel yang diwakili para tua-tua mereka. Hikmat Daud melebihi hikmat manusia karena dia bergaul intim dengan Tuhan. Daud mengerti "hati" Tuhan dan dapat bertindak bijaksana.
Hikmat Tuhan juga diperlihatkan Daud dalam peristiwa air sumur Betlehem. Saat Daud merindukan minum air sumur di pintu gerbang Betlehem, Tri Kesatria yang mendukung Daud pergi mengambilnya dengan mempertaruhkan nyawa menerobos perkemahan pasukan Filistin. Ketika mereka memberikan air itu kepada Daud, Daud menolak untuk meminumnya karena air itu diperoleh dengan mempertaruhkan nyawa ketiga orang itu. Sebaliknya, air itu ia persembahkan sebagai kurban curahan kepada Tuhan. Memang, hanya Tuhan yang layak menerima barang yang terlalu berharga. Bukankah kita selalu ingin memberikan barang yang terbaik untuk orang yang kita kasihi?
Para pejuang Daud yang didaftarkan dalam bacaan Alkitab hari ini adalah orang-orang gagah perkasa yang mendukung Daud. Ada yang dapat mengalahkan tiga ratus musuh sekaligus dalam satu pertempuran, ada yang dapat membunuh singa, dan ada yang mengalahkan orang yang tingginya hampir tiga meter. Mereka semua adalah orang-orang hebat. Akan tetapi, penulis memberi catatan, "Demikianlah TUHAN memberikan kemenangan yang besar." (11:14). Catatan ini mengingatkan kita bahwa kita berhasil bukan karena kehebatan kita, tetapi karena campur tangan Tuhan. Para pejuang Daud berasal dari berbagai daerah di Israel. Hal ini menunjukkan dukungan yang luas terhadap Daud. Dukungan ini jelas merupakan kekuatan yang mengokohkan takhta Daud. Di antara mereka, ada orang Het (Uria), orang Amon (Zelek), dan orang Moab (Yitma), bangsa-bangsa kafir yang dahulu dihalau Tuhan dari Kanaan. Orang Amon dan Moab tidak boleh masuk dalam jamaah Tuhan (Ulangan 23:3). Akan tetapi, oleh kasih karunia-Nya, Tuhan mengizinkan mereka menjadi bagian elit kerajaan Daud. Demikian pula dengan Rut, seorang Moab, yang dipilih Tuhan menjadi salah satu leluhur Daud dan leluhur Yesus Kristus. Kasih karunia Tuhan begitu luas sehingga bisa menjangkau orang yang paling hina. Kita yang berdosa pun dijangkau dan dipakai-Nya. Maukah Anda menyambut panggilan-Nya dan melakukan kehendak-Nya?