Penyaliban adalah peristiwa yang menggetarkan hati. Penyaliban itu menggetarkan hati karena penyiksaan yang terjadi di sana adalah penyiksaan yang sangat kejam dan sulit dibayangkan oleh orang-orang yang hidup pada masa kini. Orang yang disalib biasanya adalah penjahat yang terkutuk. Akan tetapi, dalam bacaan kita hari ini, yang disalib adalah Juruselamat yang penuh kasih. Ia tidak bersalah, tetapi Ia disalibkan untuk menanggung dosa dan kesalahan manusia berdosa. Dia menerima hukuman Allah yang mengerikan supaya manusia berdosa dibebaskan dari hukuman dosa. Perlu diingat bahwa Yesus Kristus disalibkan bukan karena Ia tidak berdaya untuk menolak hukuman itu, melainkan karena Ia dengan kesadaran penuh melaksanakan misi untuk menebus dosa manusia. Ia menyelesaikan misinya sampai tuntas dan dengan sukarela. Semua penderitaan yang Ia alami adalah penggenapan berbagai nubuat dalam Perjanjian Lama (bandingkan misalnya (19:28 dengan Mazmur 69:22). Ia menyerahkan nyawa-Nya secara sukarela (Yohanes 19:30), bukan karena tidak berdaya untuk menolak kematian. Dua orang penjahat yang disalibkan bersama dengan Dia harus dipatahkan kaki mereka untuk mempercepat kematian. Akan tetapi, Tuhan Yesus sudah mati tanpa perlu dipatahkan kaki-Nya karena Ia sudah menyerahkan nyawa-Nya. Tidak ada yang sanggup merenggut nyawa-Nya bila Ia tidak mau menyerahkan nyawa-Nya.
Penggenapan nubuat Perjanjian Lama tentang Mesias saat Yesus Kristus menderita di kayu salib bukan hanya meyakinkan kita tentang kemesiasan Yesus Kristus, tetapi juga meyakinkan kita bahwa Alkitab dapat dipercaya. Penggenapan nubuat tentang Yesus Kristus, Sang Mesias, memperlihatkan bahwa kasih Allah tak pernah berubah. Sekalipun janji tentang Sang Mesias telah diberikan ratusan tahun sebelumnya, Allah tetap menepati janji-Nya. Walaupun sekitar dua ribu tahun telah berlalu, kita bisa meyakini bahwa karya penebusan Yesus Kristus itu tetap berlaku. Bila Anda dan saya memercayai karya penebusan tersebut, kita diangkat menjadi anak-anak Allah dan kita memiliki jaminan hidup yang kekal. Janji Allah itu bukan hanya menyangkut masa depan, tetapi juga menyangkut masa kini. Saat ini, orang percaya bukan hanya memiliki hati yang sudah diperbarui, tetapi juga memiliki jaminan pemeliharaan Allah. Allah tidak akan membiarkan kita sendiri, tetapi Allah memberikan Roh Kudus untuk mendampingi kita. Allah juga berjanji bahwa Ia pasti memelihara dan mencukupi kebutuhan hidup kita. Apakah Anda percaya bahwa Yesus Kristus sudah mati menebus dosa Anda? Apakah Anda yakin bahwa janji-janji Allah juga berlaku bagi diri Anda?