2 Tawarikh 10:1–11:4

Kerasnya Hati, Hancurnya Persatuan

28 Mei 2026
Pdt. Roni Tan

Sebuah rumah tangga yang hancur biasanya sangat jarang disebabkan oleh satu masalah besar yang datang secara tiba-tiba, melainkan karena hal-hal kecil yang tidak diselesaikan karena suami tidak mau mengalah dan istri merasa tidak didengarkan pendapatnya. Masalah-masalah kecil yang tidak diselesaikan itu membuat hati keduanya mengeras dan hubungan merenggang. Pecahnya Kerajaan Israel juga tidak disebabkan oleh munculnya musuh yang tangguh, melainkan karena Raja Rehabeam tidak mau mendengar permintaan rakyatnya dengan rendah hati. Jawaban arogan Raja Rehabeam menghancurkan persatuan yang telah dibangun selama puluhan tahun oleh raja-raja Israel sebelumnya.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, konflik muncul saat orang Israel datang kepada Raja Rehabeam memohon agar kuk berat yang dibebankan oleh Raja Salomo kepada rakyat diperingan. Kata kuk berat menunjuk pada pajak yang terlalu tinggi atau kerja paksa yang berat atau keputusan lain yang memberatkan rakyat. Permohonan rakyat didengar oleh Raja Rehabeam. Setelah mendengar permintaan itu, Raja Rehabeam meminta masukan dari dua kelompok penasihat, yaitu para tua-tua dan para orang muda. Nasihat yang diberikan kedua kelompok itu saling bertolak belakang. Para tua-tua memberi nasihat yang bijaksana, yaitu agar Raja Rehabeam berlaku baik kepada rakyat dengan meringankan beban mereka (10:6-7), sedangkan para penasihat yang masih muda menganjurkan agar permintaan rakyat ditolak, bahkan mereka menganjurkan agar beban rakyat diperberat supaya rakyat menjadi takut dan lebih menghormati Raja Rehabeam (10:8-11). Sayangnya, Raja Rehabeam lebih senang mendengar nasihat para orang muda yang menyanjung dirinya. Dia tidak memperingan beban rakyat, melainkan justru menambah beban rakyat. Keputusan Raja ini menimbulkan pergolakan dan perlawanan dari rakyat. Akibatnya, sepuluh suku Israel memutuskan untuk memisahkan diri sehingga Kerajaan Israel terpecah menjadi dua kerajaan, yaitu kerajaan Israel Utara yang biasa disebut Kerajaan Israel serta kerajaan Israel Selatan yang biasa disebut Kerajaan Yehuda.

Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan bahwa baik dalam keluarga, dalam gereja, maupun dalam kehidupan bernegara, persatuan tidak dijaga oleh kekuatan, tetapi oleh kelembuthatian. Bila hati mengeras, persatuan perlahan-lahan akan retak, dan bisa hancur jika tidak dijaga. Milikilah kelembuthatian dalam relasi dengan sesama, khususnya dengan saudara seiman, agar dunia mengetahui bahwa kita adalah anak-anak Allah, yaitu bila kita saling mengasihi di dalam kesatuan tubuh Kristus untuk kemuliaan Allah yang telah menyelamatkan dan mempersatukan kita.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design