Nahum 3

Penggenapan Nubuat kepada Sang Penindas

13 Februari 2026
GI Laazar Manuain

Dalam pasal sebelumnya, Nabi Nahum menubuatkan bahwa kerajaan Asyur akan hancur karena kesombongan dan kekejamannya (1:1-8,2:1-2). Niniwe—ibukota Asyur—akan dihancurkan dan menjadi tempat yang sunyi (2:3-13; 3:1-19). Kehancuran Asyur akan menjadi contoh bagi bangsa-bangsa lain tentang kekuatan dan keadilan Tuhan. Nubuat Nabi Nahum tentang Asyur digenapi pada tahun 612 SM, ketika Niniwe dihancurkan oleh pasukan Media dan Babel.

Nabi Nahum menyebut Niniwe sebagai kota penumpah darah, "Sungguh celaka kota penumpah darah itu!" (3:1). Ia menggambarkan Niniwe sebagai kota yang penuh dengan kekerasan, penipuan, dan kekejaman. Kota Niniwe merupakan simbol kekerasan dan kekejaman. Kubunya, penjaganya, pegawainya, bentengnya, pasukannya, gerbang kotanya, dan pertahanannya bukanlah jaminan untuk selalu kuat, menang dan tetap eksis. Nahum yakin bahwa semuanya itu tidak ada artinya ketika musuh datang menyerang. Gambaran sebagai belalang pelompat dan belalang pindahan melambangkan kelemahan dan ketidakstabilan para pemimpin Asyur. Tidak seorang pun yang akan meratapi kejatuhan dan kehancuran kota Niniwe karena mereka telah merasakan dampak dari kejahatan mereka saat mereka dalam keadaan jaya. Kejahatan Niniwe menyebabkan Niniwe hancur, dan bahkan punah, dari sejarah (3:15). Hal ini menjadi peringatan bagi kita untuk tidak berlaku semena-mena dengan mengandalkan kekuatan dan kekuasaan yang tidak abadi dan dapat lenyap dalam sekejap. Sebaliknya, kita harus mengandalkan TUHAN, satu-satunya yang dapat memberi kekuatan dan perlindungan yang sejati.

Dosa dimulai dari sikap hati dan tindakan yang bertentangan dengan kehendak Allah. Dosa diwujudkan dalam berbagai bentuk dan dapat menimbulkan murka Allah. Allah adalah "hakim" yang adil, sehingga Ia tidak akan membiarkan dosa tidak dihukum. Seorang teolog bernama John Stott mengatakan bahwa dosa memisahkan kita dari Allah dan membawa konsekuensi serius, baik secara rohani maupun secara fisik. Sebagai orang percaya, apakah Anda merasa dapat lolos dari konsekuensi kehidupan dalam dosa? Apakah ada tempat tersembunyi yang dapat melindungi seseorang dari hukuman Allah atas dosa yang ia lakukan? Tidak! (lihat Mazmur 139). Syukur kepada Allah karena Ia tidak hanya menghukum, tetapi juga menyediakan pengampunan bagi orang yang mau bertobat. Allah tidak akan memeberi toleransi terhadap kejahatan dan Ia pasti akan menghukum mereka yang melakukan kejahatan. Akan tetapi, bagi umat yang setia, Allah adalah tempat perlindungan dan keselamatan!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design