2 Tawarikh 6:12–42

Doa di Hadapan Hadirat Tuhan

25 Mei 2026
Pdt. Roni Tan

Apakah Anda pernah menghadiri suatu acara yang dihadiri oleh banyak orang terkenal? Saat menghadiri acara seperti itu, pakaian seperti apa yang akan Anda kenakan? Sikap seperti apa yang akan Anda tunjukkan? Bukankah Anda akan memakai pakaian yang berbeda dengan saat Anda berbelanja ke pasar, dan sikap Anda akan berbeda dengan saat Anda nongkrong di warung kopi bersama dengan teman-teman Anda?. Mengapa demikian? Anda akan memakai pakaian yang lebih bagus dan bersikap lebih sopan karena Anda berada di tengah para orang terkenal yang dihormati oleh banyak orang. Sikap terhadap orang yang Anda hormati itu seharusnya mencakup saat Anda berdoa kepada Tuhan, Raja di atas segala raja, Pencipta langit dan bumi. Saat pergi ke tempat ibadah, apakah Anda datang dengan persiapan hati atau Anda hanya sekadar melaksanakan kewajiban, tanpa kesadaran, tanpa kekaguman kepada Allah, dan tanpa kerendahhatian?

Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita membaca bahwa saat datang untuk berdoa kepada TUHAN, Raja Salomo berlutut, mengangkat tangan, dan merendahkan diri di hadapan TUHAN (6:12-13). Raja Salomo tidak membanggakan diri atau membanggakan jasanya di hadapan TUHAN. Ia mengakui bahwa TUHAN, Allah Israel itu tidak terbandingi, baik di langit maupun di bumi. Ia mengungkapkan pengagungan pada TUHAN karena TUHAN itu tidak terbandingi bila dibandingkan dengan para illah yang disembah bangsa-bangsa lain, khususnya dalam hal TUHAN itu setia dan tidak pernah mengingkari perjanjian yang telah Ia buat dengan umat-Nya. TUHAN itu setia memelihara kehidupan umat-Nya (6:14-17). Raja Salomo menyadari bahwa Bait Allah yang telah selesai ia bangun itu pasti tidak bisa menjadi tempat untuk menampung Tuhan karena langit yang begitu luas pun tidak bisa memuat TUHAN (6:18). Kebesaran TUHAN tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Raja Salomo juga menyadari kerapuhan umat TUHAN, termasuk dirinya, terhadap godaan yang menjatuhkan ke dalam dosa, sehingga dia—mewakili umat TUHAN—berdoa mengungkapkan berbagai kemungkinan berbuat dosa, serta memohon pengampunan TUHAN (6:22-39).

Doa seperti apa yang selama ini biasa kita panjatkan kepada TUHAN? Apakah Anda hanya sekadar memanjatkan doa permohonan atau harapan atau Anda juga mengagungkan TUHAN serta mengakui kerentanan terhadap godaan dosa, sehingga Anda juga memohon pengampunan TUHAN? Kita perlu berdoa dengan setia serta memperkaya isi doa kita kepada TUHAN!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design