Tuhan Yesus menegaskan bahwa perkataan-Nya dapat dipercaya. Saat seorang pegawai istana—yang dimaksud adalah istana Herodes—datang kepada Kristus memohon agar Ia menyembuhkan anaknya yang sakit dan hampir mati, Tuhan Yesus berkata kepadanya, "Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya." (4:48). Sebenarnya, perkataan yang diucapkan kepada pegawai istana itu adalah perkataan sindiran yang ditujukan kepada banyak orang yang terpukau oleh mukjizat yang Ia lakukan, tetapi mengabaikan apa yang Ia ajarkan. Percaya karena melihat tanda dan mukjizat bisa kita pandang sebagai tingkat percaya yang paling rendah karena percaya semacam itu gampang goyah saat seseorang menghadapi berbagai pergumulan dalam hidupnya, tetapi tidak melihat tanda serta mukjizat. Permintaan pegawai istana agar Tuhan Yesus mengunjungi dan menyembuhkan anaknya yang sakit menunjukkan bahwa dia menganggap penyembuhan memerlukan kehadiran Yesus Kristus secara fisik. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa orang itu percaya saat Tuhan Yesus berkata, "Pergilah, anakmu hidup!" dan Ia menolak untuk pergi (4:50). Walaupun dia kemudian mengonfirmasi waktu kesembuhan anaknya, hal itu tidak berarti bahwa ia ragu-ragu, melainkan ia memastikan bahwa imannya kepada Kristus tidak salah alamat.
Saat ini, banyak orang yang mendasarkan iman mereka pada tanda dan mukjizat. Iman seperti itu adalah iman yang salah. Iman yang sejati adalah keyakinan terhadap perkataan atau janji Yesus Kristus, sebelum seseorang melihat tanda atau mukjizat apa pun. Pegawai istana itu pasti telah mendengar bahwa Kristus telah mengerjakan mukjizat mengubah air menjadi anggur, tetapi ia tidak melihat dengan matanya sendiri. Sekalipun demikian, saat mendengar perkataan Kristus bahwa anaknya hidup—maksudnya sembuh, tidak jadi mati—ia memercayai perkataan atau janji itu. Pada saat janji itu diucapkan, anaknya benar-benar hidup atau sembuh. Perkataan Kristus dapat dipercaya! Alkitab penuh dengan janji-janji Kristus atau janji-janji Allah, dan kita harus meyakini bahwa janji-janji itu dapat dipercaya. Bila kita menjalani hidup dengan selalu bersandar kepada janji-janji Allah, kita akan memiliki damai sejahtera karena kita bisa meyakini bahwa Allah telah menyiapkan masa depan yang baik bagi kita, dan janji-janji-Nya pasti akan digenapi pada waktu yang tepat. Apakah Anda yakin bahwa janji-janji Kristus dapat dipercaya? Apakah Anda memercayai janji tentang hidup kekal yang tersedia di dalam Kristus bagi setiap orang yang sadar bahwa dirinya adalah orang berdosa dan percaya bahwa Kristus telah mati untuk menebus seluruh dosanya?