Mau dengar dulu Good News atau Bad News? Bila pertanyaan seperti itu ditanyakan pada diri Anda, bagaimana jawaban Anda? Mungkin Anda lebih dahulu memilih Bad News, baru kemudian memilih Good News. Akan tetapi, yang sangat penting untuk disadari adalah apakah berita (News) itu merupakan suatu kebenaran atau bukan. Kebenaran itu penting, walaupun kebenaran itu tidak selalu enak didengar. Bacaan Alkitab hari ini mengisahkan tentang Raja Yosafat yang mengikat persekutuan dengan Ahab, raja Israel yang tidak mengenal Allah. Persekutuan itu terjalin melalui pernikahan antara salah seorang anak Raja Yosafat dengan anak Raja Ahab. Pernikahan tersebut diharapkan menghasilkan kestabilan di bidang keamanan dan politik di kedua negara itu. Selain itu, pernikahan tersebut diharapkan menghasilkan terjadinya penggabungan kekuatan untuk melakukan peperangan di Ramot-Gilead, wilayah Israel yang dikuasai Aram (18:3). Sebelum menyerang, Raja Yosafat yang takut akan Tuhan meminta agar mereka meminta petunjuk Tuhan. Empat ratus nabi yang dikumpulkan Raja Ahab untuk meminta petunjuk Tuhan memberi jawaban seragam, yaitu maju dan pasti menang (18:5,11). Jawaban ini dipertegas oleh Zedekia bin Kena’ana dengan alat peraga berupa tanduk-tanduk besi sebagai simbol bahwa tentara Aram akan ditanduk dan dihabisi oleh gabungan tentara Israel dan Yehuda (18:10). Perkataan ratusan nabi itu ternyata tidak dapat meyakinkan Raja Yosafat, sehingga dipanggillah satu nabi lagi yang sebenarnya dibenci oleh Raja Ahab, yaitu Mikha bin Yimla. Nabi Mikha dibenci karena ia hanya mau mengatakan apa yang ingin TUHAN sampaikan, termasuk saat ia ditanya tentang peperangan ini. Mikha tidak mendukung jawaban seragam para nabi palsu, melainkan ia menyampaikan bahwa tentara gabungan Israel dan Yehuda akan mengalami kekalahan, kehancuran, dan kematian (18:16, 27). Perkataan Mikha membuat ia ditampar oleh Zedekia (18:23), lalu ia dimasukkan ke dalam penjara dengan diberi makanan yang terbatas (18:26). Ternyata bahwa perkataan Mikha terwujud: Raja Ahab tewas dalam peperangan! Aliansi pasukan Israel dan Yehuda kalah!
Benarlah bahwa kebenaran itu tidak selalu menyenangkan untuk didengar karena telinga kita sudah terbiasa dilatih bukan untuk mendengar kebenaran melainkan mendengar yang enak untuk didengar dan menguntungkan! Selama menjadi orang percaya, apakah Anda setia mendengar kebenaran firman Tuhan yang menegur atau menyindir perbuatan dosa? Kiranya Tuhan memberikan kepada kita hati yang setia, tekun, dan rendah hati untuk mendengarkan kebenaran firman TUHAN!