Nahum 1-2

Terlepas dari Belenggu Sang Penindas

12 Februari 2026


Pengantar Kitab Nahum
Berita Penghukuman kepada Sang Penindas

Kitab Nahum berisi nubuat tentang kejatuhan Niniwe, ibu kota kerajaan Asyur. Tidak banyak yang kita ketahui tentang Nabi Nahum. Di awal kitab ini yang disebutkan hanya nama dan kampung halamannya (1:1). Nahum menyampaikan berita penghukuman yang keras terhadap Kerajaan Asyur karena pemberontakan dan kejahatannya dengan menubuatkan bahwa kerajaan itu akan runtuh. Nahum menyampaikan kejahatan Asyur dengan sangat jelas, sehingga tidak ada keraguan bahwa kejatuhan kota ini akan segera terjadi. Nubuat ini digenapi pada tahun 612 SM saat kerajaan Asyur dikalahkan oleh sekelompok bangsa, termasuk Babel dan Media.

Bacaan Alkitab hari ini akan "membawa" pembaca untuk melihat kembali apa yang dikatakan Nabi Yunus tahun 760 SM. Kedua nabi ini, baik Yunus maupun Nahum, menyerukan pertobatan dan menubuatkan penghukuman atas Niniwe. Di Kitab Yunus, Allah tampak sangat mengasihi Niniwe, sehingga Ia mengutus Nabi Yunus untuk menyerukan pertobatan dan membuat Niniwe bertobat, sehingga tidak terjadi penghukuman. Akan tetapi, di Kitab Nahum, Allah begitu keras memberitakan penghakiman untuk menuntut pertanggungjawaban atas dosa-dosa mereka. Mengapa sikap Allah di kedua kitab itu tampak berbeda? Nubuat Nabi Nahum disampaikan lebih dari satu abad setelah nubuat Nabi Yunus, saat kekerasan dan kejahatan bangsa Niniwe berulang kembali, sehingga akhirnya mereka dihancurkan.

Ada dua hal yang akan kita renungkan: Pertama, Kerajaan Asyur akan runtuh karena penghakiman Allah atas kejahatannya. Bangsa Asyur terkenal karena kekejamannya. Prajurit mereka biasa memotong kaki dan memutilasi para tawanan mereka sebagai taktik teror untuk mengintimidasi agar bangsa lain segera menyerah. Saat nubuat Nahum disampaikan, Kerajaan Asyur sudah menguasai dunia Timur Tengah kuno selama lebih dari seabad. Berkuasanya bangsa Asyur membuat sejumlah bangsa menderita, termasuk bangsa Israel di Kerajaan Israel Utara yang akhirnya ditaklukkan oleh tentara Asyur pada tahun 722 SM. Selanjutnya, bangsa Asyur juga menjadi ancaman bagi Kerajaan Israel Selatan (Yehuda). Kedua, di balik penindasan oleh bangsa Asyur, ada pengharapan dan penghiburan bagi umat Israel yang tertindas. Kitab Nahum memperlihatkan keadilan Allah yang menghukum kejahatan dan kasih Allah yang melindungi umat-Nya yang memercayai Dia. Pada masa kini pun, kita tetap bisa meyakini bahwa Allah akan membela dan melindungi umat-Nya dari mereka yang berniat jahat. [GI Laazar Manuain]





Renungan GeMA 12 Februari 2026
Terlepas dari Belenggu Sang Penindas

Nubuat Nabi Nahum tentang penghukuman terhadap bangsa Asyur merupakan penghiburan bagi mereka yang terancam dan dirugikan oleh bangsa Asyur, khususnya bagi umat Yehuda. Nabi Nahum menenangkan penduduk Yehuda dengan berkata bahwa Allah akan membebaskan mereka dari "belenggu-belenggu" Asyur (1:13), sehingga mereka sekali lagi bisa menikmati damai dan merayakan hari-hari keagamaan mereka (1:15). Walaupun Nabi Nahum menerima pesan penghakiman dari Allah, umat Allah tidak perlu takut karena mereka justru akan dibebaskan dari penindasan. Berabad-abad sebelum Nabi Nahum muncul, pemazmur telah memuji TUHAN sebagai satu-satunya Penolong yang "menegakkan keadilan untuk orang yang ditindas, ? membebaskan orang yang terkurung, ... mengasihi orang benar." (Mazmur 146:7-8).

Bacaan Alkitab hari ini memberikan dua perenungan: Pertama, Allah membebaskan umat-Nya dari sang Penindas (1:13). Ketika tentara Asyur menghancurkan Samaria pada tahun 722 SM, mereka memaksa sebagian besar penduduk Kerajaan Israel Utara untuk dijadikan sebagai budak di wilayah kerajaan Asyur. Di kemudian hari, hal yang sama dialami oleh kaum Yehuda di Kerajaan Israel Selatan. Namun, Allah yang setia dan adil melepaskan umat-Nya dari penindasan. Nabi Nahum menyampaikan berita penghakiman bagi bangsa Asyur dan pembebasan bagi umat Yehuda sekitar tahun 615 SM, dan nubuat itu digenapi pada tahun 612 SM. Allah selalu ada untuk menjadi tempat perlindungan dan kekuatan bagi umat-Nya. Kedua, Allah memulihkan umat-Nya. Pemulihan umat Yehuda bukan hanya sekadar agar mereka tetap eksis sebagai sebuah bangsa, tetapi agar umat-Nya dapat beribadah kepada Allah dan menjalankan ritual keagamaan mereka. Pemulihan sistem penyembahan terhadap Allah yang sejati dan esa adalah kabar baik bagi Yehuda. Dengan sukacita dan sorak-sorai melalui bukit-bukit di wilayah Yehuda, mereka menuju ke Yerusalem untuk beribadah kepada Allah.

Bila Anda sedang menghadapi situasi sulit, Anda dapat berseru "bersama" Nabi Nahum, "Tuhan itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya." (Nahum 1:7 TB1). Bila Anda merasa telah dihancurkan oleh dosa dan kejahatan atau bila Anda berada mengalami tekanan dan penindasan, yakinilah bahwa Allah akan membebaskan dan memulihkan Anda pada waktu-Nya. Ia tidak pernah terlambat atau terlalu cepat dalam bertindak untuk kebaikan umat-Nya. Apakah Anda pernah mengalami pembebasan dari belenggu dosa dan penindasan? Setelah mengalami pembebasan dan pemulihan, beritakanlah kabar baik itu kepada orang lain! [GI Laazar Manuain]

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design