Setelah mengalami anugerah Allah secara pribadi yang memberi kesempatan kedua, Nabi Yunus bersedia diutus ke kota Niniwe yang sangat besar itu (3:3). Selain besar, kota itu juga sangat kuat, baik secara militer maupun ekonomi. Tidak ada kerajaan yang berani menyerangnya karena tidak ada kerajaan yang memiliki pasukan yang cukup untuk mengepung kota yang luasnya tiga hari perjalanan itu. Akan tetapi, Allah bisa menaklukkan dan mengubah kota itu, bukan dengan pasukan besar, tetapi cukup dengan mengutus satu orang saja (continue)





