Yehezkiel 24 adalah klimaks dari rangkaian penghakiman terhadap Yerusalem. Pencatatan tanggal yang sangat spesifik (24:1–2), menunjuk pada hari saat raja Babel mengepung Yerusalem. Firman TUHAN bukan simbol kosong, tetapi menyangkut sejarah yang nyata. Peristiwa pengepungan itu bukan sekadar peristiwa politik, tetapi pelaksanaan pengadilan Allah yang telah berulang kali disebut dalam pasal-pasal sebelumnya. Penandaan waktu ini menunjukkan bahwa penghakiman Allah terjadi tepat sesuai dengan firman-Nya, tidak terlambat dan tidak meleset.
Yerusalem digambarkan sebagai (continue)





