Sukacita pemazmur sudah muncul sebelum ia tiba di Rumah TUHAN. Saat mendengar ajakan, "Mari kita pergi ke rumah TUHAN" (122:1), pemazmur merasa sangat bersukacita. Hal ini luar biasa! Kerinduan pemazmur kepada TUHAN membuat ia menantikan waktu untuk pergi ke Rumah TUHAN. Ketika diajak pergi, sukacitanya meluap. Ia seperti orang yang hendak bertemu dengan pujaan hatinya setelah lama berpisah. Yerusalem tidak tiba-tiba ada, tetapi dibangun oleh Allah yang memakai Daud dan Salomo bersama dengan umat Israel (continue)





