Di tengah bangsa yang TUHAN sebut sebagai "kaum pemberontak," Yehezkiel menerima panggilan yang tegas, "Janganlah engkau memberontak seperti mereka" (2:8). Masalah utama Israel bukan sekadar kelemahan moral, tetapi hati yang menolak firman Allah. Muncul ketegangan dalam panggilan itu karena Yehezkiel diutus kepada umat yang keras hati dan tidak mau mendengar, tetapi ia tetap harus setia. Yehezkiel dipanggil untuk tetap berbicara, "baik mereka mau mendengar atau tidak" (2:7). Di sini terlihat prinsip penting bahwa firman TUHAN bukan untuk (continue)





