Pasal 18 dimulai dengan sebuah peribahasa populer yang diucapkan di Israel, yaitu "Ayah-ayah makan buah anggur mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu." (18:2b). Peribahasa ini dipakai orang Israel untuk menyalahkan generasi sebelumnya atas keadaan mereka. Mereka seolah-olah berkata, "Kami menderita karena dosa orang lain!" Kalimat ini sebenarnya adalah bentuk penolakan tanggung jawab. Umat Israel merasa bahwa mereka adalah korban sejarah, korban politik yang buruk, korban keadaan, bahkan korban keputusan Allah. Namun, TUHAN dengan tegas menolak (continue)





