Pembangunan tembok bukan hanya mendatangkan kebangunan rohani bagi bangsa Israel, tetapi juga mempersatukan mereka sebagai satu bangsa. Bacaan Alkitab hari ini mencatat tiga wujud persatuan setelah tembok Yerusalem selesai dibangun: Pertama, kesediaan berkorban untuk bersatu menjaga kota. Saat itu, hanya para pemimpin bangsa yang tinggal di Yerusalem. Selain mereka, rakyat tinggal di kota masing-masing. Untuk menjaga kota Yerusalem, mereka bersepakat membuang undi untuk menentukan satu dari sepuluh orang menetap di Yerusalem. Mereka yang terpilih (continue)





