Setelah menjadi raja dan berdiam di Yerusalem, Daud menjadikan kota itu sebagai pusat pemerintahan, dan juga ingin agar kota itu menjadi pusat keagamaan umat Israel. Daud yang selalu hidup berpusat kepada Tuhan ingin bangsanya menjadikan Tuhan pusat hidup mereka. Sejak zaman Eli, tabut Allah tidak berada di tempat yang seharusnya––di dalam Kemah Suci––tetapi di rumah biasa, rumah Abinadab di Kiryat Yearim. Oleh karena itu, Daud ingin memindahkan tabut itu ke Yerusalem.





