Melalui penglihatan keenam sampai kedelapan, TUHAN Semesta Alam menunjukkan kekuasaan-Nya dalam koridor keadilan-Nya, baik kepada umat perjanjian-Nya maupun kepada bangsa-bangsa lain: Pertama, Dia menyatakan keadilan-Nya dengan menghukum setiap orang yang berbuat dosa, yaitu mencuri dan bersumpah palsu (5:3). Kedua, Dia menghendaki agar umat-Nya membuang dosa dari kehidupan mereka. Hal itu digambarkan dalam penglihatan ketujuh (5:5-11). Artinya, tuntutan keadilan membuat TUHAN menghendaki agar (continue)





