Beberapa tahun yang lalu, terjadi pertarungan adu pukul di sebuah ring antara satu orang melawan tiga orang. Yang seorang adalah petinju profesional, sedangkan yang tiga orang adalah petinju amatir. Mungkin saja kita berpikir bahwa kemungkinan besar, petinju profesional itu akan kalah karena dia dikeroyok oleh tiga orang. Penilaian seperti itulah yang mungkin menjadi penilaian kita saat membaca 2 Tawarikh 13:1-14:1, yaitu saat Raja Abia berperang melawan Raja Yerobeam. Dalam peperangan itu, pasukan Raja Abia jauh lebih (continue)





