Hawa nafsu, pembunuhan, ketamakan, iri hati, pertengkaran dan perkelahian adalah hasil perwujudan dari persahabatan dengan dunia. Hal-hal ini adalah hasil dari ketidaktundukan orang percaya kepada Allah. Yakobus bukan sedang berbicara kepada orang yang tidak beriman, tetapi kepada orang beriman yang ternyata masih bisa melakukan semua hal yang disebutkan di atas. Yakobus mengingatkan bahwa sebagai pengikut Kristus, seharusnya orang percaya tidak dikuasai oleh hawa nafsu, tetapi dikuasai oleh Kristus. Doa yang seharusnya menjadi tempat menyelaraskan diri dengan (continue)





