Bayangkan sebuah pernikahan yang diawali dengan komitmen, janji setia, dan kegembiraan. Namun, salah satu dari pasangan itu kemudian diam-diam mencari perhatian, pujian, kenyamanan, dan kedekatan emosional dengan orang lain melalui chat, media sosial, atau hubungan rahasia. Secara status, ia masih "setia", tetapi hatinya sudah tidak sepenuhnya utuh dan murni tertuju kepada pasangannya. Itulah gambaran Yehezkiel 23. Secara identitas, Israel adalah umat TUHAN. Akan tetapi, hatinya terpikat pada "kekasih lain". Kesetiaan dan kepercayaan mereka tidak lagi tertuju sepenuhnya (continue)





