Situasi yang dihadapi oleh Nabi Mikha sangat sulit. Pada masa itu, ketentuan Allah sudah diabaikan. Saat panen, hasil panen yang tertinggal seharusnya dibiarkan supaya bisa diambil oleh orang miskin. Akan tetapi, pada masa Nabi Mikha, kebiasaan yang baik itu sudah ditinggalkan. Sehingga tidak ada hasil panen yang tersisa (7:1). Saat itu, nilai kesalehan dan kejujuran—yang seharusnya dijunjung tinggi—sudah ditinggalkan. Banyak orang berperilaku jahat, sedangkan hukum bisa diputar balik dengan memberi suap. Orang yang paling (continue)





