Terhadap pertanyaan umat tentang ritual puasa (pasal 7), Tuhan menjawab bahwa yang Ia inginkan bukan sekadar ritual lahiriah, tetapi keadilan, kasih, dan kebenaran. Artinya, puasa yang sejati diwujudkan dalam ibadah serta tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pola puasa yang benar bukanlah dengan tidak makan atau minum pada jam tertentu saja, tetapi perubahan dalam cara menjalani hidup, yaitu dengan berhenti berbuat jahat terhadap sesama atau berbuat dosa kepada Tuhan. Berpuasa juga berarti menahan diri dari memuaskan keinginan atau hawa (continue)





