Blaise Pascal, dalam pergumulannya saat melihat kekosongan batin manusia, menyatakan bahwa jiwa manusia diciptakan untuk hidup dalam relasi dengan Allah. Tanpa Dia, hati manusia akan gelisah dan kosong. "Ada sebuah ‘kekosongan yang dibentuk oleh Allah’ (God-shaped vacuum) di dalam hati setiap manusia yang tidak dapat dipuaskan oleh apa pun yang diciptakan—seperti logika atau materi—selain oleh Allah Pencipta." Kepuasan jiwa ini ingin digambarkan oleh Nabi Yehezkiel melalui pemulihan yang dikerjakan Allah (continue)





