Rangkaian nubuat terhadap Mesir ditutup dengan nada paling gelap. Intensitas penghakiman dan ratapan makin meningkat dan mencapai klimaks. Semua ini bukan lagi sekadar gambaran kejatuhan sebuah bangsa dalam sejarah, tetapi gambaran kehancuran yang total dan menyeluruh. "Ratapan" bukan lagi sekadar kesedihan, tapi deklarasi Ilahi bahwa kejayaan yang dibangun di atas kesombongan dan kekuatan diri akan runtuh! Firaun menyebut dirinya sebagai "singa muda di antara bangsa-bangsa" (32:2); simbol kekuatan, vitalitas, dominasi, dan keagungan. Akan tetapi, TUHAN menyebutnya "naga (continue)





