Setelah mengaku dosa dan memohon pengampunan, umat Israel melanjutkan kebangunan rohani dengan membuat komitmen untuk hidup menurut hukum dan perintah Allah yang diberikan dengan perantaraan Musa (10:29). Komitmen itu dituangkan dalam sebuah ikatan perjanjian yang ditandatangani oleh Nehemia sebagai wakil pemerintah, para imam dan orang Lewi sebagai pemimpin rohani, dan para pemimpin bangsa. Komitmen bangsa Israel berisi tiga hal yang terkait langsung dengan identitas mereka sebagai umat pilihan Allah: Pertama, mengembalikan posisi (continue)





