Pertanyaan, "Di manakah Allah mereka?" diajukan oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah (115:2). Pertanyaan yang polos dan sederhana ini terlontar karena Allah memang tidak dapat dilihat, sedangkan bangsa-bangsa lain menyembah ilah yang dapat dilihat. Ilah-ilah bangsa-bangsa lain yang dibuat dengan tangan manusia itu umumnya berbentuk patung yang memiliki indra--mata, hidung, mulut, telinga, tangan--tetapi semua indra mereka itu tidak dapat dipakai karena mereka hanya patung yang tidak bernyawa (115:4-7). Meskipun dibuat (continue)





