Bagian penutup kitab Kidung Agung berisi kesimpulan yang indah tentang pernikahan. Setelah menikmati puncak pernikahan, mempelai perempuan membangunkan suaminya di bawah pohon apel. Pemakaian buah apel dalam kitab ini mengandung konotasi intimasi fisik (2:3, 5; 7:8). Ia memuji ibu suaminya yang mengandung dan melahirkan seorang laki-laki yang begitu berharga. Selanjutnya, mempelai perempuan sadar bahwa keintiman fisik saja tidak cukup. Ia lalu menunjukkan tiga hal yang menjadi fondasi penting sebuah pernikahan, yakni janji setia, gairah keintiman fisik (continue)





