Maria Magdalena adalah orang pertama yang tiba di kubur Yesus Kristus. Saat melihat batu penutup kubur telah pindah dari tempatnya, ia sangat terperanjat karena ia mengira bahwa jenazah Kristus telah dicuri orang. Oleh karena itu, ia segera berlari mencari Simon Petrus dan Yohanes yang menyebut dirinya sebagai murid yang dikasihi Kristus. Mereka berdua segera berlari menuju kubur. Yohanes tiba lebih dahulu, tetapi ia hanya menjenguk sekilas dan tidak masuk ke dalam kubur. Petrus, sebagai orang yang cepat merespons, masuk dengan tergesa-gesa dan kurang teliti sehingga ia tidak melihat keanehan dalam makam itu. Yohanes, yang lebih perhatian terhadap apa yang ia lihat, tiba-tiba sadar bahwa kondisi makam itu istimewa, sehingga ia masuk ke dalam kubur itu dan memperhatikan dengan lebih teliti. Ia melihat bahwa kain kafan pembungkus jenazah terletak—bukan terlipat—di tanah, dan kain peluh pembungkus kepala dalam keadaan tergulung. Saat melihat posisi kain kafan dan kain peluh itu, Yohanes menjadi percaya. Mengapa apa yang dilihatnya itu membuat Yohanes menjadi percaya bahwa Yesus Kristus telah bangkit? Hampir dapat dipastikan bahwa yang dilihat oleh Yohanes adalah keadaan kain kafan dan kain peluh yang tiba-tiba mengempis (bukan dilipat) saat tubuh Kristus tiba-tiba menghilang. Keadaan seperti itu amat sulit direkayasa. Oleh karena itu, apa yang dilihat dan diperhatikan oleh Yohanes itu membuat pikirannya terbuka, dan ia menjadi yakin bahwa Yesus Kristus benar-benar telah bangkit.
Apakah Anda juga yakin bahwa Yesus Kristus benar-benar telah bangkit dari kematian? Bila Anda tidak memiliki keyakinan akan kebangkitan Kristus, Anda akan sulit memiliki keyakinan bahwa Anda juga akan mengalami kebangkitan saat Yesus Kristus datang kedua kali! Keyakinan akan kebangkitan Kristus—dan keyakinan akan kebangkitan orang percaya—merupakan sumber kekuatan kita saat kita menghadapi berbagai macam pergumulan hidup. Kebangkitan Kristus berarti bahwa Ia telah mengalahkan kuasa kematian! Tanpa kebangkitan, semua usaha kita akan menjadi sia-sia karena kematian menjadi akhir dari segala sesuatu. Adanya kebangkitan membuat pengharapan orang percaya melampaui saat kematian. Apakah Anda meyakini bahwa kematian bukanlah akhir dari semua yang Anda perjuangkan? Apakah Anda telah memiliki keyakinan bahwa saat Kristus datang kedua kali, Anda juga akan beroleh kebangkitan dari antara orang mati? Apakah Anda menyadari juga bahwa adanya kebangkitan berarti bahwa Anda harus mempertanggungjawabkan kehidupan Anda di dunia ini? Apakah Anda telah memiliki keyakinan hidup kekal di dalam Kristus?