1 Raja-Raja 22:1-40

Mengakui Tuhan

4 Agustus 2021
Pdt. Sumito Sung

Setelah Ahab--raja Israel--dan Benhadad--raja Aram--membuat perjanjian, ada masa damai selama tiga tahun. Pada tahun ketiga, Yosafat--raja Yehuda--mengunjungi Ahab. Yosafat saleh, tetapi kurang berpikir panjang. Ia melakukan kesalahan besar karena menikahkan Yoram--putranya--dengan anak perempuan Ahab (2 Raja-raja 8:18; 2 Tawarikh 18:1). Di kemudian hari, Yoram menjadi jahat karena pengaruh keluarga Ahab. Ahab mengajak Yosafat untuk bersama-sama merebut Ramot-Gilead dari tangan raja Aram. Yosafat setuju. Yang menarik, raja yang saleh ini meminta Ahab--yang tidak saleh--untuk menanyakan petunjuk TUHAN tentang rencana mereka. Ahab mengumpulkan empat ratus nabi palsu untuk meminta nasihat mereka, tetapi Yosafat mencium ketidakberesan dalam nasihat mereka, sehingga ia menanyakan apakah tidak ada nabi Tuhan yang bisa dimintai petunjuk? Akhirnya, Ahab mengakui bahwa masih ada satu nabi lagi yang dapat menyampaikan petunjuk Tuhan, yaitu Mikha bin Yimla (22:8). Sebenarnya, adanya seorang nabi Tuhan itu merupakan anugerah Tuhan bagi Ahab. Nabi adalah seorang yang dapat menuntun dia untuk kembali ke jalan yang benar. Sayang, Ahab membenci nabi itu. Ahab tidak benar-benar mau menerima petunjuk Tuhan. Dia hanya bersedia mendengar hal-hal menyenangkan yang ingin ia dengar.

Seseorang yang sengaja menolak TUHAN dan firman-Nya akan dibiarkan Tuhan dikendalikan oleh Iblis. Nabi palsu seperti Zedekia dan raja jahat seperti Ahab mungkin saja menggunakan nama Tuhan. Akan tetapi, ketidakpercayaan akan membuat mereka menolak firman Tuhan dengan sengaja. Tak ada pengampunan bagi penolakan terhadap firman Tuhan yang dilakukan secara sadar dan sengaja! Ahab menyamar sebagai prajurit biasa di medan perang. Akan tetapi, kecerdikannya tidak bisa menghindarkan dia dari hukuman TUHAN. Sebuah panah yang dilepaskan secara acak mengenai tubuh Ahab dan menghasilkan luka yang membawa kepada kematian. Nubuat tentang kematian Ahab digenapi! (20:42; 22:20-23). Kesuksesan duniawi yang dicapai oleh Ahab (22:39) tidak ada artinya sama sekali karena ia mengabaikan TUHAN dalam hidupnya. Apakah Anda selalu berusaha membuka diri terhadap teguran Tuhan? Bila Anda menutup telinga terhadap teguran Tuhan, pencapaian Anda hanya merupakan kesia-siaan!

Pokok Doa
1. Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Persiapan Persidangan Sinode GKY.
3. Yayasan Hidup Baru.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design