2 Tawarikh 7–8

Tetap Setia Setelah Diberkati

26 Mei 2026
Pdt. Roni Tan

Kita lebih mudah berseru kepada TUHAN saat berada dalam situasi sulit, misalnya saat usaha kita mengalami masalah besar, saat tubuh kita didiagnosis sakit berat, atau saat relasi dalam keluarga kita buruk. Masalah berat cenderung membuat kita berseru kepada TUHAN. Akan tetapi, saat hidup kita mapan—apa lagi saat hidup kita berkelimpahan—apakah kita tetap berseru kepada TUHAN? Situasi yang berlangsung dalam bacaan Alkitab hari ini terjadi pada masa keemasan dalam sejarah Israel. Setelah Raja Salomo memanjatkan doa penahbisan Bait Allah dan mempersembahkan kurban di hadapan TUHAN, TUHAN menurunkan api yang membakar hewan kurban yang dipersembahkan sebagai tanda bahwa Ia berkenan menerima doa yang dipanjatkan dan kurban yang dipersembahkan (7:1-3). Kemuliaan TUHAN yang memenuhi Bait Allah menunjukkan bahwa TUHAN berkenan membuat Bait Allah menjadi simbol kehadiran-Nya di tengah umat-Nya dan Dia berkenan kepada Raja Salomo. Oleh karena itu, TUHAN membuat Kerajaan Israel pada masa kepemimpinan Raja Salomo berada dalam masa keemasan.

TUHAN memberi berkat, tetapi Dia juga memberi peringatan serius agar Raja Salomo mengikuti ketetapan dan peraturan TUHAN (7:17) serta tidak berpaling dan meninggalkan Tuhan (7:19). Ada konsekuensi bila peringatan TUHAN itu dilanggar. Bila ketetapan dan peraturan TUHAN ditaati, TUHAN akan meneguhkan takhta kerajaan Raja Salomo (7:18). Bila umat TUHAN tidak taat, TUHAN akan mencabut mereka dari tanah perjanjian. Artinya, mereka akan mengalami pembuangan. Bait Allah akan ditinggalkan TUHAN dan dihina oleh segala bangsa (7:20-21). Ironisnya, saat situasi buruk yang digambarkan dalam 2 Tawarikh 7:20-21 terjadi, orang lain mengetahui bahwa semua hal buruk itu terjadi sebagai penghukuman TUHAN karena umat Israel meninggalkan TUHAN. Puji TUHAN! Dalam pasal 8, dituliskan bahwa Raja Salomo tidak menyimpang dari TUHAN dalam hal kehidupan ibadah (8:14-15). Hal ini menunjukkan bahwa saat itu, Raja Salomo menyadari bahwa setiap keberhasilan yang ia raih berasal dari TUHAN, sehingga dia menjaga agar hidupnya tidak menyimpang dari kehendak TUHAN.

Menurut pengalaman Anda, apakah selama ini, Tuhan memberkati pekerjaan atau usaha Anda? Setelah menerima berkat Tuhan, apakah Anda menjadi makin setia kepada Tuhan atau Anda justru menjadi tidak setia kepada Tuhan, bahkan Anda meninggalkan Tuhan? Ingatlah bahwa meninggalkan TUHAN berarti Anda meninggalkan Sang Pemberi Berkat dan lebih memilih berkat-Nya saja!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design