2 Tawarikh 26

Saat Kuat Malah Jatuh

9 Juni 2026
Pdt. Roni Tan

Keberhasilan bukan jaminan bahwa seseorang pasti makin mengasihi TUHAN, tetapi bisa saja orang itu menjadi sombong dan makin mengasihi dirinya, serta tidak lagi mengasihi TUHAN. Inilah yang bisa kita baca dalam kehidupan Raja Uzia. Bacaan Alkitab hari ini mencatat bahwa Raja Uzia melakukan apa yang benar di mata TUHAN sama seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya (26:4). Raja Uzia dibimbing oleh nabi Zakharia yang senantiasa mengajar Raja Uzia untuk hidup takut akan TUHAN (26:5). Hal ini membuat dia senantiasa mencari TUHAN, dan TUHAN membuat tindakan yang Raja Uzia lakukan berhasil. Keberhasilan seperti apa yang dicapai oleh Raja Uzia? Raja Uzia memenangkan berbagai peperangan. Ia membangun menara, benteng dan memperkuat Yerusalem. Ia berhasil membuat pertanian dan peternakan di kerajaannya berkembang pesat. Raja Uzia memiliki tentara dan persenjataan yang tak terkalahkan. Hal ini membuat namanya termasyhur di negeri-negeri lain. (26:6-15).

Apa yang membuat Raja Uzia meraih keberhasilan? Jelas bahwa TUHAN-lah yang membuat Raja Uzia berhasil. Sayangnya, keyakinan Raja Uzia tidak seperti itu. Raja Uzia menilai bahwa setiap keberhasilan dan pencapaian disebabkan karena usaha dan kemampuan dirinya. Dia merasa bahwa dirinya kuat, hebat, dan mampu mencapai semuanya itu. Bahkan, ia merasa boleh melakukan apa pun yang dia inginkan, termasuk masuk ke Bait TUHAN dan membakar dupa di atas mezbah pembakaran dupa (26:16) yang merupakan tugas dan wewenang para imam yang telah di kuduskan (26:18). Dia menjadi tinggi hati dan berlaku tidak setia di hadapan TUHAN (26:16). Raja Uzia akhirnya menerima hukuman TUHAN berupa tulah penyakit kulit yang menajiskan dan membuat ia diasingkan dari lingkungan sampai saat kematiannya (26:20-21).

Kisah hidup Raja Uzia memang sangat disayangkan. Akan tetapi, jika tidak waspada, kita bisa mengikuti jejak Raja Uzia. Saat sedang merintis karier dan berjuang untuk mencapai kesuksesan, banyak orang setia mencari TUHAN, setia beribadah, dan berusaha menjalani hidup sesuai dengan kehendak TUHAN. Akan tetapi, setelah Tuhan memberkati usaha, pekerjaan, dan keluarga kita, kita bisa tergoda untuk lupa diri, berbangga diri, menjadi sombong, dan melupakan TUHAN yang telah memberkati diri kita. Bagaimana dengan diri Anda? Periksalah diri Anda sendiri agar Anda tidak melupakan pertolongan TUHAN serta tetap mengakui bahwa semua pencapaian kita itu semata-mata karena TUHAN membuat kita berhasil.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design