Apakah ada seseorang yang berpengaruh dalam hidup Anda? Seberapa kuat pengaruh orang itu dalam setiap keputusan dan tindakan yang Anda ambil? Bagaimana bila orang itu tidak lagi bersama Anda: Apakah kondisi seperti itu akan mengubah cara hidup Anda? Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita membaca bahwa Imam Yoyada adalah orang yang sangat berpengaruh dalam kehidupan Raja Yoas. Raja Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan selama Imam Yoyada hidup (24:2). Saat Imam Yoyada masih hidup, Raja Yoas merenovasi bagian Rumah TUHAN yang rusak (24:5), mengatur pengumpulan persembahan (24:8-12), mengembalikan ibadah menjadi disesuaikan kembali dengan ajaran Taurat Musa (24:13). Akan tetapi, setelah Imam Yoyada meninggal, Raja Yoas meninggalkan ibadah di Rumah Tuhan dan beralih menyembah berhala. Bahkan, ia membunuh Zakharia—anak Imam Yoyada—yang berani menegur dosa-dosa yang dilakukan oleh Raja Yoas.
Apa yang membuat Raja Yoas berubah secara amat drastis? Akar masalah yang menyebabkan perubahan itu berkaitan dengan relasi pribadi Raja Yoas dengan TUHAN. Raja Yoas hanya mengikuti keinginan Imam Yoyada untuk melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tetapi dia tidak menjalin relasi pribadi dengan TUHAN. Oleh karena itu, setelah Imam Yoyada meninggal, terlihatlah identitas asli Raja Yoas yang sebenarnya, yaitu bahwa ia adalah seorang yang tidak takut akan TUHAN. Raja Yoas lebih senang mendengar suara manusia (para pembesar Yehuda) dibandingkan mendengar perkataan TUHAN yang disampaikan melalui Zakharia-anak Imam Yoyada. Raja Yoas lebih memilih menyembah berhala dibandingkan menyembah TUHAN. Kisah Raja Yoas sangat menyedihkan: Ia dikalahkan oleh pasukan Aram, dibunuh oleh pegawainya, dan tidak dikuburkan di pekuburan raja (24:23-27).
Saat membaca kisah ini, mungkin kita bertanya, "Apakah kita tidak perlu memiliki orang yang membimbing kita untuk mengenal TUHAN?" Ingatlah bahwa TUHAN mungkin mengutus sesama orang percaya—rohaniwan atau anggota jemaat yang sudah dewasa secara rohani—untuk membimbing kita. Akan tetapi, kerohanian kita tidak boleh bergantung pada kehadiran mereka. Kehadiran mereka membantu kita dalam menjalin relasi dan komunikasi yang dekat dengan TUHAN. Saat mereka tidak lagi bersama kita, kita harus tetap menunjukkan cara hidup yang berkenan pada Tuhan karena kita telah memiliki relasi dan komunikasi secara pribadi dengan Tuhan. Selama ini, apakah Anda sudah menjalin relasi dan komunikasi secara pribadi dengan Tuhan? Bila sudah, relasi itu akan menolong kita untuk hidup berkenan pada Tuhan!