2 Tawarikh 29

Kembali kepada Tuhan

12 Juni 2026
Pdt. Roni Tan

Raja Ahas telah menutup pintu bait Allah sehingga umat Tuhan tidak bisa lagi memasuki Rumah Allah untuk beribadah dan mempersembahkan kurban di hadapan TUHAN. Para imam pun tidak bisa menjalankan pelayanan mereka di Rumah Allah. Kemudian, Raja Ahas membangun mezbah-mezbah berhala untuk melaksanakan penyembahan berhala. Raja Ahas adalah ayah Raja Hizkia. Saat Hizkia menjadi raja menggantikan ayahnya, ternyata sikap dan tindakan Raja Hizkia sangat bertolak belakang dengan sang ayah. Raja Hizkia menyingkirkan tempat pemujaan, meremukkan tugu-tugu berhala, dan menebang tiang-tiang berhala yang didirikan oleh ayahnya, serta menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa karena ular tembaga ini telah menjadi objek penyembahan (Bilangan 21:4-9; 2 Raja-raja 18:4). Raja Hizkia kembali membuka pintu Rumah Allah sebagai simbol pemulihan hubungan antara umat Yehuda dengan Allah, sehingga umat Allah bisa menjalankan kembali ibadah di hadapan Tuhan, termasuk mempersembahkan kurban kepada TUHAN. Ia memanggil para imam dan orang Lewi dan meminta mereka menguduskan diri sebelum melayani kembali di Rumah Allah. Ia menyadari bahwa nenek moyang bangsa Israel telah berdosa di hadapan TUHAN, sehingga ia ingin mengikat perjanjian untuk setia kepada TUHAN serta memohon pengampunan-Nya , (2 Tawarikh 29:4-11).

Tindakan dan perintah Raja Hizkia direspons dengan baik oleh setiap orang yang mendengarnya. Para Imam dan orang Lewi menguduskan diri mereka di hadapan TUHAN. Umat TUHAN mengikat kembali perjanjian dengan Tuhan. Mereka beribadah dengan penuh sukacita di hadapan Tuhan. Dengan kerelaan hati, mereka membawa persembahan ke hadapan Tuhan. Tindakan-tindakan ini menunjukkan bahwa mereka kembali kepada Tuhan. Inilah awal reformasi rohani bagi penduduk Kerajaan Yehuda di bawah kepemimpinan Raja Hizkia yang menyadari pentingnya kesadaran terhadap berbagai perbuatan dosa, pertobatan, dan kesetiaan beribadah kepada TUHAN.

Sikap Raja Hizkia adalah teladan untuk melakukan introspeksi, bertobat dari dosa, dan mereformasi hidup. Reformasi rohani perlu terus dilakukan baik dalam gereja, dalam keluarga, maupun dalam kehidupan pribadi orang percaya. Apakah Anda melihat hal-hal yang perlu direformasi di gereja Anda, di keluarga Anda, atau dalam diri Anda? Bila Anda merasa bahwa gereja Anda, keluarga Anda, atau diri Anda tidak bertumbuh di dalam Kristus, Anda dan komunitas Anda perlu melakukan introspeksi, pertobatan, dan reformasi rohani. Semoga TUHAN membuka hati dan pikiran Anda untuk memahami hal-hal yang perlu direformasi dalam diri Anda dan di komunitas Anda.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design