Ibrani 2

Mengindahkan Pesan Tuhan

19 Januari 2026
Pdt. Souw Suharwan

Dalam film-film kolosal kerajaan kuno, kita sering menyaksikan bahwa saat petugas kerajaan membacakan surat perintah raja, semua orang yg mendengarnya harus berlutut. Rakyat menghormati titah raja, meskipun sang raja tidak hadir. Petugas kerajaan yang membaca surat itu mewakili kehadiran sang raja, dan rakyat harus menaati perintah yang dibacakan sebagai ungkapan ketundukan terhadap raja. Gambaran seperti itu terlihat jelas dalam Ibrani pasal 2. Pesan firman Tuhan yang disampaikan melalui perantaraan para malaikat itu penting dan tetap berlaku (2:2). Pelanggaran atau ketidaktaatan terhadap pesan tersebut akan mendapat ganjaran yang setimpal. Penulis Ibrani menegaskan bahwa orang Yahudi sangat menghargai dan menghormati pesan yang disampaikan para malaikat. Lebih-lebih, jika pesan itu disampaikan langsung oleh Tuhan sendiri, mereka seharusnya lebih mengindahkan dan lebih sungguh-sungguh menaatinya (2:3).

Yesus Kristus datang membawa kabar keselamatan bagi semua orang. Seharusnya mereka mendengarkan Dia, membuka hati terhadap pesan yang Ia sampaikan secara langsung, sebab Ia adalah Allah sendiri. Sama seperti Allah menyertai pelayanan Anak-Nya, Yesus Kristus, Allah juga meneguhkan kesaksian para rasul. Pelayanan para rasul disertai dengan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat, bahkan disertai dengan kuasa dan penyertaan Roh Kudus menurut kehendak-Nya (2:4; Kisah Para Rasul 1:8). Pesan firman Tuhan yang mereka sampaikan didengar oleh umat, sehingga banyak orang yang merespons berita firman itu dan bertobat (Kisah Para Rasul 2:37-40; 4:29-31; 10:1-48). Berita yang disampaikan Yesus Kristus dan murid-murid-Nya adalah berita tentang keselamatan yang besar, dengan maksud agar banyak orang datang kepada Allah dan bertobat. Bagaimana mungkin manusia menutup mata terhadap pesan Kristus itu? Hanya orang bebal yang mengeraskan dan menutup hati terhadap kabar keselamatan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus sendiri!

Terkadang kita ragu dan takut memberitakan Injil kepada orang lain karena kita menganggap pemberitaan Injil sebagai pengkristenan dan perampasan kebebasan beragama. Pikiran seperti itu keliru karena memberitakan Injil bukanlah memaksa orang untuk menjadi Kristen atau merampas kebebasan menentukan kepercayaan, melainkan memberitakan kabar baik dari Tuhan dan melaksanakan Amanat Agung-Nya agar banyak orang diselamatkan dari hukuman dosa serta bertumbuh dalam pengenalan Allah yang sejati. Tuhan yang menyertai pemberitaan para rasul akan menyertai pemberitaan Injil yang kita lakukan. Apakah Anda setia merespons pesan yang disampaikan dalam firman Tuhan?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design