Apa yang umumnya dilakukan oleh seorang anak berusia 8 tahun? Kegiatan anak di usia tersebut adalah bersekolah dan bermain. Akan tetapi, dalam bacaan Alkitab hari ini, kita membaca tentang seorang anak bernama Yosia yang di usia 8 tahun diangkat menjadi raja di kerajaan Yehuda. Dia terlalu muda untuk bisa memangku jabatan dan kekuasaan yang demikian besar! Apa yang bisa dilakukan seorang anak kecil yang menjadi raja? Inilah pertanyaan yang wajar ditanyakan oleh banyak orang saat membaca kisah ini. Ternyata, walaupun masih kecil, Raja Yosia menjalani hidup dalam takut akan Tuhan. Dia setia mencari Tuhan (34:1-3). Bahkan, dengan kekuasaan yang ia miliki, Raja Yosia = menyingkirkan mezbah penyembahan Baal serta berbagai praktik penyembahan berhala (34:3-7). Raja Yosia mengambil keputusan untuk memperbaiki Rumah Allah yang telah rusak dan menjalankan kehidupan peribadatan di hadapan Tuhan bagi penduduk di kerajaan Yehudi (34:8-13). Raja Yosia membuka diri terhadap teguran Tuhan atas pelanggaran umat berdasarkan Kitab Taurat yang ditemukan di tembok bait Allah (34:14-21). Raja Yosia mengajak seluruh umat di kerajaan Yehuda untuk menyatakan kesetiaan kepada TUHAN (34:29-33).
Apakah Raja Yosia bertindak seperti ini karena dia memiliki ayah yang takut akan Tuhan? Ternyata tidak! Ayah Yosia—yaitu Amon—adalah raja yang jahat di mata TUHAN (33:21-23). Puji Tuhan! Raja Yosia tidak mengikuti teladan kehidupan ayahnya. Kehidupannya bertolak belakang dengan kehidupan ayahnya. Mengapa Raja Yosia bisa tidak terpengaruh oleh teladan buruk yang diberikan ayahnya? Raja Yosia menjalani kehidupan yang benar karena ia mengasihi TUHAN dan berusaha menaati firman Tuhan. Setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan Raja Yosia disesuaikan dengan kehendak TUHAN yang tertulis dalam firman TUHAN. Raja Yosia mengalami pembaruan dari TUHAN melalui kebenaran firman TUHAN.
Teladan yang diperlihatkan oleh Raja Yosia mengingatkan kita bahwa perilaku orang tua yang buruk bukanlah pembenar bagi kita untuk melakukan perbuatan yang buruk. Perilaku orang tua yang buruk belum tentu menurun pada anaknya. Perilaku orang tua kita yang buruk tidak akan menurun pada diri kita bila kita hidup mengasihi Tuhan dan belajar mencintai serta menaati firman Tuhan. Apakah Anda ingin mengalami pembaruan agar kehidupan Anda berkenan kepada Tuhan? Terimalah dan percayalah kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi Anda dan cintailah Tuhan dan firman-Nya!