1 Tawarikh 17

Tuhan Punya Rencana Sendiri

27 April 2026
GI Michael Tanos

Setelah hidupnya makin mapan, Daud memikirkan rumah Tuhan. Dia merasa tidak nyaman tinggal di rumah yang bagus, sedangkan tabut Tuhan tinggal dalam kemah. Oleh karena itu, dia merundingkan rencananya dengan nabi Natan. Pemikiran Daud sangat logis dan luhur. Siapa pun akan setuju bahwa Tuhan selayaknya mendapat kediaman yang lebih baik dari pada manusia. Natan pun spontan setuju, bahkan dengan yakin mengatakan: "Allah menyertai engkau." Seorang hamba Tuhan memang selayaknya menyemangati pelayanan yang baik dari umat-Nya. Akan tetapi, perkataan Natan itu bukan firman Tuhan, tetapi perkataannya sendiri. Ternyata bahwa Tuhan memiliki ketetapan-Nya sendiri. Malam itu juga, Allah berfirman kepada Natan mengenai niat Daud itu. Allah menolak rencana Daud, tetapi menunjuk penerus Daud sebagai yang akan membangun rumah bagi-Nya.

Penulis mencatat alasan penolakan Allah pada niat baik Daud, yaitu bahwa Daud adalah seorang prajurit yang sudah banyak menumpahkan darah (22:8; 28:3). Akan tetapi, ada pula penafsir yang berpendapat bahwa alasan utama penolakan Allah itu adalah bahwa rumah Allah harus dibangun berdasarkan keputusan Allah, bukan keputusan manusia, termasuk bukan keputusan raja. Allah yang menentukan siapa yang harus membangun serta kapan dan di mana lokasinya. Rencana Daud terlalu dini! Sekalipun demikian, Allah menghargai niat baik Daud dan memberikan janji berkat kepada Daud dan keluarganya, "Dialah yang akan mendirikan rumah bagi-Ku ... Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. ... Aku akan menegakkan dia dalam rumah-Ku dan dalam kerajaan-Ku untuk selama-lamanya dan takhtanya akan kokoh untuk selama-lamanya" (17:12,13,14). Janji di ayat 12 seperti janji yang menunjuk pada Salomo. Akan tetapi, janji di ayat 13-14 jelas bukan menunjuk pada Salomo, melainkan pada Yesus Kristus, Sang Mesias.

Respons Daud atas janji Tuhan itu adalah mengucap syukur di dalam doa. Dengan rendah hati, dia menyatakan kekagumannya atas kemurahan Tuhan yang luar biasa (17:16), lalu melanjutkan dengan ucapan syukur hampir di sepanjang doanya. Rasa syukur Daud bukan hanya untuk kemurahan Tuhan bagi dirinya sendiri saja, tetapi juga untuk perbuatan Tuhan bagi bangsa Israel (17:22). Respons Daud merupakan teladan yang baik bagi umat Israel, dan juga bagi kita. Kerendahan hati menyadarkan kita bahwa kita bukan siapa-siapa. Kerendahan hati membuat kita dapat melihat kemuliaan Allah lebih nyata, dan membuat kita bergantung pada kemurahan Tuhan. Apakah Anda sadar bahwa hidup Anda bergantung pada kasih karunia Tuhan?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design