Ibrani 5

Imam Besar Agung yang Unik

22 Januari 2026
Pdt. Souw Suharwan

Keunikan adalah keadaan atau ciri khas yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda—atau sangat berbeda—dengan yang lain. Seseorang disebut pribadi yang unik bila ia memiliki pola pikir, perasaan, perilaku, bakat, dan pengalaman hidup yang berbeda dengan orang lain. Yesus Kristus adalah Pribadi yang unik. Keunikan-Nya tampak pada gelar Imam Besar Agung (4:14), yang berbeda dengan imam besar biasa.

Ada tiga keunikan Yesus Kristus sebagai Imam Besar Agung: Pertama, Ia adalah Imam Besar dari jalur Melkisedek (5:6,10; 6:20; 7:1-28). Berbeda dengan Harun dan keturunannya yang ditetapkan oleh Allah dari Suku Lewi (7:11; 2Taw 13:10), Allah menetapkan Yesus dari Suku Yehuda (7:14) menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek. Keimamatan-Nya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan keimamatan Harun, karena keimamatan-Nya jauh lebih sempurna dan bersifat kekal (7:15-17); Kedua, Imam besar adalah perantara yang sempurna antara manusia dengan Allah. Dialah yang membawa doa dan persembahan korban umat kepada Allah atas dosa-dosa mereka. Imam besar dalam PL harus menyucikan dirinya terlebih dahulu sebelum melayani karena dosanya (ay. 1, 3) dan penuh dengan kelemahan (ay. 2). Peraturan seperti ini telah ditetapkan Allah agar dia layak melayani-Nya (ay. 4). Berbeda dengan Kristus yang tidak pernah berbuat dosa (4:15), sebab itu Dia dimuliakan Allah menjadi Imam Besar sekali untuk selama-lamanya (ay. 5-6) dan menjadi perantara yang sempurna; Ketiga, Yesus Kristus adalah Imam Besar yang bersimpati (4:15). Yesus adalah Allah, tetapi Dia juga manusia. Waktu berinkarnasi menjadi manusia, Dia persis sama seperti kita. Lahir dari seorang manusia, punya tubuh, pikiran, perasaan dan hati seperti kita. Yang membedakannya adalah kita berdosa, sedangkan kemanusiaan Yesus tidak berdosa. Hal-hal yang bukan dosa, Dia mengalami semua yang dialami manusia. Dia bisa lapar, bisa haus, bisa lelah, bisa tidur, bahkan bisa mati. Dengan keadaan dan kelemahan-kelemahan seperti itu, ada manfaat lain bagi kita, yaitu Imam Besar yang dapat turut bersimpati dengan kita.

Kemanusiaan Yesus Kristus dapat bersimpati terhadap diri kita, keilahian-Nya dapat menolong kita. Dia tahu pergumulan hidup kita. Jika kita khawatir, Dia mengerti kekhawatiran kita karena Dia pernah menjadi manusia. Jika kita sakit hati, dikhianati, ditinggalkan, dan hidup dalam kemiskinan, Dia mengerti semuanya karena Dia pernah mengalami kelemahan-kelemahan kita. Akan tetapi, ingatlah bahwa Imam Besar yang bersimpati seperti itu adalah Allah yang mampu menolong kita. Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara kamu (1 Petrus 5:7).

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design