Saat menghadapi masalah, hampir semua orang memusatkan seluruh perhatian kepada masalah itu dan mengabaikan kepentingan orang lain. Akan tetapi, Kristus tidak demikian! Dalam bacaan Alkitab hari ini, Yudas Iskariot, salah seorang murid-Nya yang telah bersama-sama dengan Dia selama sekitar tiga tahun, berkhianat menjual Sang Guru yang hidup-Nya penuh dengan kasih. Saat Yudas datang bersama sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah untuk menangkap Dia, Kristus tidak menghindar, melainkan Ia maju ke depan untuk melindungi murid-murid-Nya. Ketika Dia mengungkapkan bahwa Dialah Yesus dari Nazaret, wibawa-Nya membuat para prajurit dan para penjaga Bait Allah mundur dan jatuh ke tanah. Bila Kristus tidak mau ditangkap, mereka tidak akan sanggup menangkap Dia! Akan tetapi, Kristus datang ke dunia ini bukan untuk mempertontonkan kuasa-Nya, melainkan untuk menderita sampai mati di kayu salib guna menebus dosa umat manusia. Oleh karena itu, Ia membiarkan diri-Nya ditangkap. Yang menarik, sebelum ditangkap, Yesus Kristus berkata, "... Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi." (18:8). Saat Simon Petrus—murid Kristus yang emosinya mudah meledak—melakukan perlawanan untuk membela Sang Guru, Yesus Kristus menolak karena jalan penderitaan itulah yang sudah ditetapkan oleh Allah Bapa bagi diri-Nya.
Bila Kristus memilih untuk tetap melindungi para murid-Nya saat diri-Nya terancam, apakah Dia—saat ini—akan membiarkan begitu saja saat umat yang telah Ia tebus menghadapi ancaman bahaya? Pasti tidak! Roh Kudus selalu siap menolong kita! Saat memberi misi kepada para murid-Nya—dan kepada orang percaya di segala zaman—Kristus berjanji bahwa Ia akan menyertai kita selama-lamanya dengan kuasa-Nya yang tak tertandingi! Bila suatu saat, Allah membiarkan umat-Nya menghadapi masalah dan penderitaan, keadaan itu bukan disebabkan karena Dia tidak mampu mencegah atau menolong, tetapi karena Dia menghendaki agar kita menjadi saksi bukan hanya saat kita dalam keadaan baik, tetapi juga menjadi saksi saat kita menghadapi masalah dan penderitaan. Dia membela kita dengan cara yang tepat untuk kita, dan cara yang tepat untuk kita tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Apakah Anda sudah menjadi murid Kristus? Apakah Anda memahami misi yang Allah berikan kepada Anda dan apakah Anda sedang berjuang untuk menjalankan misi itu? Saat Allah mengizinkan masalah dan penderitaan menimpa diri Anda, apakah Anda yakin bahwa Allah selalu memiliki maksud baik terhadap diri Anda? Apakah Anda bersedia untuk tetap taat dan mengikuti kehendak-Nya walaupun kehendak Allah berbeda dengan keinginan Anda?