Umumnya, manusia senang menceritakan, bahkan merayakan, pengalaman yang dianggap sebagai luar biasa. Misalnya, orang yang mendapat hadiah undian berupa mobil mewah akan cenderung menceritakan peristiwa itu untuk mengungkapkan betapa senang hatinya mendapatkan hadiah itu. Mazmur 95 merupakan seruan untuk mengajak semua orang menyanyikan nyanyian baru untuk memuji kemuliaan dan kebesaran TUHAN. Ajakan memuji TUHAN bukan hanya ditujukan bagi umat Israel, tetapi bagi seluruh bumi, karena TUHAN adalah Raja atas seluruh ciptaan. Mazmur ini diyakini sebagai disusun dalam konteks liturgi ibadah, mungkin pada masa reformasi ibadah di bawah Raja Hizkia dan Raja Yosia, atau saat prosesi pemindahan tabut Allah oleh Daud.
Istilah "nyanyian baru" (96:1) bukanlah berarti bahwa nyanyian itu belum pernah dinyanyikan, tetapi berarti nyanyian itu menandai pengalaman baru akan karya Allah yang ajaib yang membangkitkan pujian. Dalam Perjanjian Lama, nyanyian baru biasanya berkaitan dengan tindakan penyelamatan Allah. Selanjutnya, perhatikan perkataan, "Sebab TUHAN Maha Besar dan sangat terpuji" (96:4). Ungkapan "sangat terpuji" menunjukkan bahwa pujian kita harus melampaui semua bentuk penyembahan palsu. Hal ini menegaskan bahwa hanya TUHAN yang layak disembah karena Dia berbeda dengan ilah-ilah bangsa lain (96:5). Berikutnya, perhatikan perkataan, "sebab Ia datang untuk menghakimi bumi" (95:13). Kata kerja "menghakimi" tidak berarti sekadar menghukum, tetapi menegakkan keadilan, membawa tatanan yang benar dan memperbarui dunia yang rusak. Penghakiman Allah membawa pembebasan bagi yang tertindas, sehingga penghakiman merupakan kabar baik bagi kita.
Setiap hari, kita pasti memiliki pengalaman baru bersama dengan Tuhan. Pengalaman tersebut merupakan sarana untuk bersaksi kepada semua orang yang berinteraksi dengan diri kita, termasuk keluarga dan teman-teman kita. Karya Tuhan dalam hidup kita bukan untuk kita simpan sendiri, tetapi untuk kita bagikan kepada orang lain. Kasih Tuhan yang kita saksikan kepada orang lain merupakan nyanyian baru yang berkenan kepada Tuhan. Bacaan Alkitab hari ini juga mengajak kita untuk menantikan penghakiman Tuhan dengan penuh sukacita, bukan dengan ketakutan, karena penghakiman itu untuk menegakkan keadilan, bukan sekadar untuk menghukum. Penghakiman itu merupakan penghiburan bagi mereka yang menderita karena berbuat benar. Apakah Anda pernah menyaksikan perbuatan Tuhan kepada sesama? Bagaimana sikap Anda saat menantikan penghakiman Tuhan?