Mikha 4

Pengharapan Sesudah Penghukuman

8 Februari 2026
GI Purnama

Iman Kristen adalah iman dalam pengharapan. Bila kita hanya memperhatikan kondisi masa kini, kita akan mudah merasa tertekan melihat dosa yang merajalela di sepanjang masa. Akan tetapi, kita perlu selalu mengingat bahwa kita memiliki pengharapan tentang sesuatu yang lebih baik di masa depan. Kita hanya bisa melihat apa yang ada di depan mata kita pada masa kini, tetapi Allah melihat jauh ke masa depan. Allah bisa memakai hal-hal yang tampak buruk dan menekan pada masa kini untuk mempersiapkan kondisi yang lebih baik di masa depan.

Walaupun dosa membuat umat Allah harus menerima hukuman dan walaupun para nabi palsu terus menyesatkan umat Allah, bacaan Alkitab hari ini membicarakan tentang pengharapan bagi umat Yehuda, yaitu bahwa Yerusalem akan menjadi pusat pengajaran firman TUHAN. Orang-orang dari segala bangsa bukan hanya datang untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk menerapkannya (4:2-3). Saat hal itu terjadi, perdamaian dunia—yang selama ini masih seperti impian—akan terwujud (4:3). Pengharapan masa depan yang baik yang disampaikan melalui Nabi Mikha ini tentu saja akan terwujud sepenuhnya saat Kristus datang kedua kali. Akan tetapi, sebelum pengharapan itu terwujud di masa depan, umat Yehuda masih harus mengalami hukuman Allah yang mengerikan, yaitu pembuangan di Babel (4:10).

Sampai saat ini, dosa dan penyesatan masih merajalela. Berita tentang manusia berdosa yang makin "kreatif" dalam berbuat dosa terus menghiasi media massa dan tidak akan pernah berakhir sebelum Kristus datang kedua kali. Kewajiban kita saat ini adalah melaksanakan kehendak Allah di dunia yang berdosa ini. Seperti para nabi dalam Perjanjian Lama, kita pun juga harus memerangi dosa yang terus merajalela dengan memberitakan tentang Kristus yang datang untuk menebus dosa dan memberikan kehidupan yang baru di dalam Dia. Walaupun perdamaian dunia secara utuh baru bisa terwujud saat Kristus datang kedua kali, sebagai anak-anak Allah, kita harus ikut menyuarakan pentingnya pewujudan perdamaian (bandingkan dengan Matius 5:9). Kita juga harus berpartisipasi dalam mengerjakan Amanat Agung Kristus, yaitu amanat untuk menjadikan semua bangsa sebagai murid Kristus. Apakah Anda sudah berusaha untuk melaksanakan kehendak Allah di dunia ini dengan menyampaikan berita tentang Kristus? Apakah Anda telah menjadi pembawa damai di setiap lingkungan tempat Anda hadir atau Anda justru menjadi pembawa masalah? Apakah pengharapan tentang kedatangan Kristus kedua kali telah memengaruhi sikap hidup Anda?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design