Salah satu konsekuensi masuknya dosa ke dalam dunia adalah munculnya ketidakadilan. Kita berharap bahwa pengadilan adalah tempat untuk mencari keadilan, tetapi keadilan tidak selalu ada di sana! Dalam bacaan Alkitab hari ini, Yesus Kristus diadili oleh Hanas, mantan imam besar yang saat itu sudah pensiun. Yang menjabat sebagai imam besar pada saat itu adalah Kayafas, menantu Hanas, sehingga sudah tidak sepantasnya Hanas memimpin persidangan Mahkamah Agama. Selain itu, Yesus Kristus tidak melakukan kesalahan sama sekali. Para pemimpin agama saat itu menghendaki penangkapan Yesus Kristus semata-mata hanya karena mereka merasa iri melihat popularitas Yesus Kristus, bukan karena Kristus telah melakukan kesalahan atau menyesatkan umat. Seharusnya, Yesus Kristuslah yang menghakimi karena Dia adalah hakim yang adil, sedangkan Hanas dan para pemimpin agama pada masa itu adalah orang–orang yang patut dihakimi karena mereka tidak melakukan tugas dan tanggung jawab mereka dengan semestinya. Walaupun pengadilan yang dipimpin oleh Hanas itu adalah pengadilan yang tidak semestinya, Yesus Kristus bersedia mengikuti pengadilan itu karena Dia sedang mewakili manusia menerima penghakiman Allah.
Dalam hidup kita, pengadilan yang tidak adil bukan hanya bisa terjadi di ruang pengadilan, tetapi juga bisa terjadi di mana saja, termasuk di kantor, di sekolah, di dalam keluarga, di dalam pergaulan, dan bahkan juga di dalam gereja. Kita bisa berada di pihak yang diperlakukan tidak adil, tetapi kita juga bisa berada di pihak yang memperlakukan orang lain dengan tidak adil. Di satu sisi, kita perlu sering memeriksa diri agar kita tidak memperlakukan orang lain dengan tidak adil. Di sisi lain, kita perlu selalu ingat bahwa Yesus Kristus telah lebih dahulu membiarkan diri-Nya diperlakukan tidak adil untuk membela kita dan untuk menggantikan diri kita menanggung hukuman Allah. Karena Yesus Kristus telah lebih dahulu mendapat perlakuan yang tidak adil, saat kita mendapat perlakuan tidak adil, kita dapat datang kepada-Nya untuk mengutarakan keluh kesah kita, dan Dia pasti bisa memahami keluh kesah kita itu. Saat seorang pegawai merasa diperlakukan tidak adil oleh atasannya, saat seorang anak merasa diperlakukan tidak adil oleh orang tuanya, salah seorang siswa merasa diperlakukan tidak adil oleh guru dan teman-temannya, atau saat seseorang merasa diperlakukan tidak adil di dalam gereja, kadang-kadang kita tidak bisa menemukan orang yang mau mendengar keluh kesah kita tetapi kita bisa datang kepada Yesus Kristus dan menyampaikan semua pergumulan kita. Apakah Anda telah membiasakan diri untuk mengemukakan keluh kesah Anda kepada Yesus Kristus?