1 Tawarikh 21:1-22:1

Anugerah Allah di Balik Penghukuman-Nya

1 Mei 2026
GI Michael Tanos

REDAKSI

Salam sejahtera dalam kasih Kristus.

Peperangan selalu membawa dampak buruk, terutama bagi masyarakat bawah. Pada masa kini, peperangan berpotensi membawa dampak buruk bukan hanya bagi kondisi ekonomi negara yang berperang, tetapi juga bisa berpengaruh pada ekonomi dunia. Saat ini, dampak peperangan yang terjadi di Timur Tengah telah terasa sampai di Indonesia. Kenaikan harga BBM merupakan suatu keniscayaan atau sesuatu yang pasti akan terjadi, dan sudah mulai berdampak pada biaya kebutuhan hidup yang sudah mulai melonjak.

Pada edisi ini, kita akan menyelesaikan pembacaan kitab 1-2 Tawarikh serta membaca kitab Kidung Agung dan Surat Yakobus. Selain itu, kita akan mengikuti renungan khusus Kenaikan-Pentakosta. Kitab 1-2 Tawarikh membahas tentang riwayat bangsa Israel, khususnya dari jalur raja-raja Kerajaan Yehuda yang merupakan keturunan Daud. Pesan dari sejarah Kerajaan Israel dan Yehuda jelas, yaitu bahwa sikap para pemimpin terhadap Allah akan mempengaruhi kesejahteraan rakyat. Dalam menuturkan sejarah, penulis kitab 1-2 Tawarikh menuliskan kitabnya dari perspektif bangsa Yahudi yang telah kembali dari pembuangan. Kitab Kidung Agung adalah kitab yang tidak mudah untuk dimengerti. Metode yang dipakai dalam renungan kitab Kidung Agung ini adalah metode historikal-simbolik, yaitu metode yang memikirkan makna historis, namun maknanya ditafsirkan sebagai puisi yang memiliki aplikasi simbolik.terhadap relasi antara Kristus dan gereja-Nya. Surat Yakobus berisi dorongan penulis terhadap orang Kristen Yahudi agar sabar saat menghadapi pencobaan.serta mempraktikkan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Renungan GeMA kali ini ditulis dengan melalui berbagai hambatan dan kesulitan. Merupakan anugerah Tuhan jika GeMA masih bisa tersedia tepat waktu. Salah seorang mantan penerjemah senior GeMA telah lebih dahulu dipanggil pulang oleh Tuhan. Dengan demikian, sejak renungan GeMA disediakan oleh gereja, dua orang penerjemah senior telah mendahului kita. Mereka telah berjuang melayani dengan setia sampai akhir, tetapi akhirnya mereka tidak bisa terus bertahan menghadapi penyakit dan usia lanjut. Tuhan tahu apa yang paling baik bagi dua senior kita tersebut. Walaupun nama mereka hanya dikenal oleh sebagian pembaca GeMA, Tuhan mengetahui semua usaha mereka dalam menerjemahkan renungan GeMA, dan oleh usaha mereka, nama Tuhan dipermuliakan. Kiranya Tuhan memberkati buku renungan GeMA ini.

Anugerah Allah di Balik Penghukuman-Nya.
Jumat, 1 Mei 2026

Bacaan Alkitab hari ini:
1 Tawarikh 21:1-22:1

Iblis memengaruhi Daud untuk menghitung kekuatan militernya. Walaupun Yoab sudah memperingatkan bahwa sensus itu akan mencelakakan umat Israel, Daud tetap bersikeras menjalankannya. Mungkin, Daud hendak memerangi bangsa-bangsa lain untuk memperluas kerajaannya, atau sekadar mengukur kekuatan kerajaannya untuk kebanggaan diri. Apa pun motivasinya, sensus ini menunjukkan bahwa Daud melakukan tiga kesalahan: Pertama, ia mengandalkan kekuatannya sendiri dan tidak mengandalkan TUHAN. Kedua, Daud menghitung sesuatu yang bukan miliknya. Umat Israel adalah milik Tuhan, bukan milik Daud. Ketiga, sensus itu tidak disertai persembahan "uang pendamaian", berdasarkan perintah Tuhan (Keluaran 30:12).

Sekalipun demikian, Allah menunjukkan anugerah di balik penghukuman-Nya. Daud boleh memilih hukuman: tiga tahun kelaparan, tiga bulan menghadapi ancaman pedang musuh, atau tiga hari penyakit sampar melanda Israel. Hukuman ketiga—yaitu penyakit sampar—dilaksanakan langsung oleh Malaikat TUHAN, dan Daud mengambil pilihan ketiga ini karena ia yakin bahwa Allah itu penuh dengan belas kasihan. Seperti yang Daud harapkan, belas kasihan Allah membuat Ia menghentikan hukuman sebelum seluruh umat TUHAN musnah, bahkan sebelum Daud dan para tua-tua Israel berdoa memohon pengampunan. Setelah Daud berdoa, Allah memerintahkan Daud agar mendirikan mezbah untuk mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan di tempat pengirikan milik Ornan, tempat Malaikat Tuhan yang menjalankan hukuman sedang berdiri. Daud taat dan mendirikan mezbah serta meletakkan hewan kurban di atasnya. Api yang turun dari langit untuk membakar habis kurban persembahan adalah tanda bahwa Allah berkenan atas persembahan itu. Tempat pengirikan Ornan terletak di Gunung—atau Bukit—Moria dan merupakan bagian dari Tanah Moria, tempat Allah memerintahkan Abraham mengurbankan Ishak (Kejadian 22:2), sehingga tempat itu mengingatkan kita kepada Yesus Kristus sebagai kurban keselamatan yang disalib untuk menanggung hukuman dosa kita. Di kemudian hari, Bait Allah didirikan di tempat tersebut (bandingkan dengan Ulangan 12:11 dan 2 Tawarikh 3:1).

Ornan ingin memberikan tempat miliknya secara cuma-cuma, tetapi Daud bersikeras membayar tempat itu dengan harga penuh. Daud menunjukkan pendiriannya bahwa beribadah itu harus disertai kesiapan membayar harga. "Harga" itu bukan hanya berupa materi, tetapi juga pengurbanan diri secara menyeluruh, termasuk waktu, minat, hasrat, dan prioritas hidup (bandingkan dengan Roma 12:1). Maukah Anda mempersembahkan hidup Anda sebagai ibadah yang sejati?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design