Filemon 1

Mengarahkan Anggota Tim

30 November 2025
GI Purnama

Menggembalakan Pemimpin

Filemon adalah seorang pemimpin jemaat yang menyediakan rumahnya sebagai tempat untuk bersekutu dan beribadah. Jelas bahwa dia adalah seorang yang kaya. Oleh karena itu, sama seperti banyak orang kaya pada zaman itu, dia memiliki seorang budak yang bernama Onesimus. Sebagai seorang budak, seharusnya Onesimus mengabdi kepada tuannya sampai mati, kecuali bila dia dijual kepada orang lain. Ternyata, Onesimus melarikan diri. Tampaknya Onesimus menjadi seorang pelarian dan akhirnya tertangkap dan bertemu dengan Rasul Paulus di penjara. Perjumpaan tersebut mengubah hidup Onesimus, sehingga ia berubah dari seorang yang tidak berguna menjadi seorang yang berguna. Semula, Onesimus adalah budak dari Filemon yang memberontak. Ia tidak mau melakukan kewajibannya dengan sukarela, sesuai dengan statusnya sebagai budak. Sesudah berjumpa dengan Rasul Paulus, dia berubah menjadi seorang yang bersedia melayani orang lain—yaitu Rasul Paulus—secara sukarela. Dengan demikian, ia berubah menjadi seorang yang berguna. Bila ia kembali kepada Filemon, sikapnya pasti berubah dan dia bisa menjadi seorang yang berguna bagi Filemon.

Sama seperti Onesimus, Filemon adalah orang yang bertobat karena pelayanan Rasul Paulus. Karena Onesimus berasal dari kota Kolose (Kolose 4:9), kemungkinan besar, Filemon juga berasal dari kota Kolose. Dalam pelayanan perintisan gereja, Rasul Paulus hampir selalu memulai pelayanan dengan menemui orang-orang yang berkumpul di rumah sembahyang orang Yahudi di perantauan yang disebut Sinagoge. Setelah ada petobat baru, Rasul Paulus tidak terburu-buru membangun gereja, tetapi dia mengajar dan memimpin ibadah dengan memakai rumah anggota jemaat. Tentu saja rumah yang terpilih umumnya adalah rumah besar yang biasanya dimiliki oleh orang kaya. Kisah perjalanan misi Rasul Paulus yang diuraikan dalam Kisah Para Rasul tidak mencatat pelayanan di kota Kolose. Ada kemungkinan bahwa Filemon mendengar berita Injil saat Rasul Paulus melayani di kota Efesus.

Ingatlah bahwa Filemon dilayani secara khusus—didoakan secara rutin (Filemon 1:4) serta dibina melalui surat—bukan karena dia kaya, tetapi karena kualitas rohaninya dan karena dia adalah kader pelayan yang diharapkan untuk mengerjakan pelayanan di kota Kolose. Kualitas rohani Filemon terlihat dari kenyataan bahwa kasih Filemon terhadap semua orang kudus serta imannya kepada Tuhan Yesus telah terkenal pada masa itu. Kualitas rohani Filemon yang baik itulah yang membuat dia mendapat prioritas untuk terus dibina atau digembalakan. [GI Purnama]

Mengarahkan Anggota Tim
Minggu, 30 November 2025

Bacaan Alkitab hari ini:
Filemon 1

Walaupun Rasul Paulus bisa kita pandang sebagai pemimpin besar atau pemimpin utama dalam pelayanan misi dan penggembalaan, khususnya terhadap orang-orang non-Yahudi, ia tidak memimpin dengan memamerkan kekuasaan, melainkan dia memimpin dengan memberi pengarahan. Rasul Paulus menginginkan agar Filemon secara sukarela mengikuti arahan yang ia berikan, bukan karena terpaksa. Ia ingin membentuk cara pikir Filemon, bukan memaksa Filemon taat kepadanya tanpa berpikir. Ia ingin menyadarkan Filemon bahwa di dalam Kristus, hubungan kita dengan sesama berubah. Semula, hubungan Filemon dan Onesimus adalah hubungan tuan-hamba. Akan tetapi, di dalam Kristus, hubungan tersebut sudah berubah dan menjadi hubungan antar sesama anak-anak Allah.

Walaupun mengarahkan dan mencerahkan cara berpikir anggota tim pelayanan itu merepotkan dan melelahkan, dalam jangka panjang, kepemimpinan semacam itu berdampak positif. Dengan memberdayakan anggota tim, Rasul Paulus berusaha membuat para anggota timnya berpikir dengan cara dia berpikir. Dengan demikian, saat anggota tim pelayanannya—dalam hal ini Filemon—menghadapi masalah yang baru, dia akan berpikir untuk menyelesaikan masalah. Setelah berulang-ulang menghadapi masalah dan memikirkan cara mengatasinya, seluruh anggota tim pelayanan Rasul Paulus diharapkan menjadi cakap untuk mengatasi masalah. Inilah metode pemuridan yang dilakukan oleh Rasul Paulus: Pemuridan adalah usaha memberdayakan orang-orang yang kita latih menjadi murid, sehingga mereka bisa meniru untuk melakukan apa yang telah kita lakukan. Rasul Paulus beberapa kali mengemukakan prinsip pemuridan ini. Misalnya, Rasul Paulus berkata, "Ikutilah teladanku, sama seperti aku juga mengikuti teladan Kristus." (1 Korintus 11:1). Terhadap jemaat Filipi, Rasul Paulus berkata, "Apa yang telah kamu pelajari, yang telah kamu terima, yang telah kamu dengar, dan yang telah kamu lihat dariku, lakukanlah itu." (Filipi 4:9a).

Di sepanjang sejarah, terdapat banyak pemimpin hebat. Akan tetapi, sebagian besar di antara mereka tidak memiliki penerus yang bisa meniru atau meneruskan apa yang telah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya. Kondisi semacam ini terjadi dalam lingkup kepemimpinan nasional maupun lingkup kepemimpinan yang lebih kecil, sehingga muncul ungkapan sinis, "ganti pejabat, ganti kebijakan". Dalam pelayanannya, Rasul Paulus selalu membentuk tim. Anggota tim adalah orang-orang yang ia latih untuk meneruskan pelayanannya (misalnya, perhatikan 2 Timotius 2:2). Bagaimana dengan gereja Anda: Apakah pelayanan seorang pemimpin akan diteruskan oleh penggantinya?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design