Nabi yang Menyerukan Pertobatan Rohani
Sebagian sarjana Alkitab beranggapan bahwa kata "Maleakhi" (1:1)--artinya "utusanku" (3:1)--tidak cocok menjadi nama pribadi, dan harus ditambahkan akhiran Yah menjadi "Malakhiah" yang artinya "utusan TUHAN" (2:7). Walaupun tidak ada informasi tentang Maleakhi selain dalam kitab ini, jelas bahwa dia adalah seorang Yahudi saleh yang tinggal di Yehuda pada masa pasca-pembuangan. Saat itu, Bait Allah sudah dibangun kembali dan upacara kurban hari raya juga sudah dilaksanakan (continue)





