Bayangkan seorang anak kecil yang bersikeras membawa sendiri tas bawaannya yang sangat berat. Meskipun langkahnya gontai dan napasnya tersengal, dengan keras kepala, ia menolak bantuan karena merasa mampu membawa sendiri. Tanpa kita sadari, di hadapan Tuhan, kita sering bersikap seperti itu. Di tengah berbagai tuntutan hidup yang mengimpit, persoalan keluarga yang rumit, dan tekanan di tempat kerja yang menumpuk, kita bersikeras memikul sendiri beban kecemasan itu dengan kekuatan diri sendiri. Rasul Petrus menutup surat pertamanya dengan panggilan untuk melepaskan (continue)





