Bayangkan seseorang yang menuruni tebing sambil berpegangan pada sebuah pegangan besi yang tampak kuat, kokoh, dan meyakinkan. Namun, saat ia menggantungkan hidupnya kepada pegangan itu dengan meyakini bahwa pegangan itu sanggup menahan berat tubuhnya, besi itu patah dan ia jatuh terluka. Ia bukan terluka karena ceroboh, tetapi karena memercayai sesuatu yang tampak kokoh, tetapi sebenarnya rapuh. Begitulah gambaran Mesir bagi Israel, yaitu seperti pegangan yang terlihat kuat, tetapi justru menjatuhkan mereka yang bersandar kepadanya. Yehezkiel 29 mengawali (continue)





