Youth On Fire

21 Maret 2015
20-21 Maret 2015 pukul 21.00-06.00, 1098 anak muda dari 18 GKY se-Jabodetabek (GKY Mangga Besar, GKY Grenville, GKY Pluit, GKY Sunter, GKY Puri Indah, GKY Citra Garden, GKY Cimone, GKY Kelapa Gading, GKY Karawaci, GKY Bumi Serpong Damai, GKY Teluk Gong, GKY Kebayoran Baru, GKY Gading Serpong, GKY Grendeng, GKY Pamulang, GKY Cibubur, GKY Muara Baru, dan GKY VTI) bersama dengan 42 orang fasilitator, 25 orang utility, dan 30 orang program support berkumpul semalaman untuk berdoa dan bergumul dengan Tuhan dalam Youth on Fire.
Youth on fire bukan sekedar acara kumpul-kumpul, rame-rame, dan heboh-heboh anak muda se GKY dalam rangka ulang tahun GKY ke-70. Tetapi Youth on fire adalah sebuah gerakan anak muda yang didasarkan pada kesadaran bahwa sekarang ini semakin banyak anak muda yang meninggalkan gereja terutama di gereja-gereja injili. Youth on fire juga merupakan gerakan anak muda yang didasari oleh kesadaran bahwa banyak anak muda yang tetap tinggal dalam gerejapun hanya sekedar menjalani rutinitas, ritualitas keagamaan, serta miskin kasih pada Kristus dan minim pengalaman bersama Kristus. Karena itu, Youth on Fire adalah gerakan anak muda yang merindukan agar anak muda se-GKY dibakar kembali oleh api kasih yang suci dari Tuhan sehingga anak muda kembali mencintai Tuhan dengan berkobar-kobar. Youth on Fire digerakkan oleh semangat dan kerinduan agar anak muda berani something to die for bagi Tuhan, yakni semangat agar anak muda berani mencintai Tuhan mati-matian, berani menanggung segala resiko dan membayar segala harga untuk mencintai Tuhan. Sama seperti semangat murid dan pengikut Kristus seharusnya yaitu siap memikul salib dan menyangkal diri. Satu-satunya pribadi yang sanggup mengubahkan hidup anak muda dan membangkitkan cinta yang berkobar-kobar itu adalah Tuhan sendiri. Karena itu, Youth on fire adalah fasilitas sepanjang 9 jam yang memberikan kesempatan bagi anak muda boleh langsung datang ke hadapan Tuhan dan bertemu dengan Tuhan, dipulihkan dan dibakar oleh Tuhan.
Selama 9 jam, 1098 anak muda ini menjalani pengalaman doa bersama Tuhan dalam 11 courses. Course 1, anak muda dari berbagai GKY itu diundang masuk ke pelataran rumah Tuhan, mereka berdoa bersama dengan senior dari gereja masing-masing untuk memohon belas kasihan Tuhan dan mempersiapkan hati untuk dibakar oleh Tuhan. Course 2, anak muda diajak untuk memikirkan keberadaannya, untuk apa ia sedang mati-matian (something to die for). Apakah ia sedang mati-matian untuk masa depan, karier, hobby, games, kesuksesan, kekayaan dan sebagainya? Pdt. Hendra G. Mulia kemudian mengajak anak muda untuk menyadari bahwa hanya ada satu pribadi yang sudah mati-matian bahkan mati bagi anak muda yaitu Kristus; hanya Kristuslah yang pantas menerima perjuangan mati-matian. Di akhir dari course ini, anak muda diminta untuk menaikkan doa mereka sambil menyalakan 1000 lilin, doa agar Tuhan melembutkan hati mereka dan membakarnya agar rela mati-matian hidup bagi Kristus.
Course 3, anak muda diundang untuk masuk ke dalam hadirat Tuhan. Pdt. Rahmiati Tanudjaja mengajak anak muda untuk menyadari bahwa hidup mereka bukan tentang mereka, bukan tentang cita-cita dan impian mereka, bukan tentang menjadi imago gue, tetapi tentang menjadi imago Dei, menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan dan cita-citakan. Anak muda diminta datang ke hadapan Tuhan dan membiarkan Tuhan menjadi Tuhan dalam hidup mereka, menerima-Nya menjadi Juruselamat, bergantung kepada-Nya, dan membiarkan hidupnya dibentuk oleh Tuhan. Di course ini, ada sekitar 100an anak muda yang menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Course 4 merupakan aplikasi dari course 3, anak muda diberikan kesempatan secara pribadi untuk berdoa bersama Tuhan merenungkan hubungannya secara pribadi dengan Tuhan dalam me and my God.
Course 5, setelah anak muda menerima Tuhan Yesus, saat ini anak muda diperhadapkan dengan dosa-dosa dalam kehidupannya yang harus diakui, ditangisi, dan dilepaskan di hadapan Tuhan. Pdt. Irwan Pranoto mengajak anak muda memikirkan skandal-skandal dosa dalam kehidupan mereka dan mengakuinya. Course 6, anak muda diberikan kesempatan untuk menangisi dosa-dosa mereka, hampir seluruh anak muda tenggelam dalam dukacita berbagai dosa yang mengikat mereka selama ini dan memohon pengampunan pada Tuhan. Di course ini, anak muda menyatakan rasa duka dan penyesalan mereka dengan merobek kain hitam, lambang kegelapan hati mereka dan memohon ampun kepada Tuhan. Dalam dukacitanya, anak muda didoakan oleh para hamba-hamba Tuhan.
Course 7, anak muda sekarang gantian mendoakan hamba-hamba Tuhan yang selama ini melayani mereka, karena hamba-hamba Tuhan juga lemah dan butuh kekuatan dari Tuhan. Setelah itu, sebagai orang-orang yang sudah dipulihkan anak muda dan hamba-hamba Tuhan bersama-sama berdoa bagi keluarga, anak-anak muda di gereja, kebangunan di gerejanya, majelis dan gembala, juga bagi kebangunan kota dan bangsa.
Course 8; anak muda diajak untuk naik ke atas gedung parkir lt.9 sambil merenungkan perjalanan salib Tuhan Yesus; setelah anak-anak menerima Tuhan Yesus, dilepaskan dari dosa dan mengalami kasih Tuhan yang besar, sekarang tiba saatnya bagi anak muda untuk mendedikasikan seluruh hidupnya bagi Tuhan, hidup mati-matian bagi Tuhan. Dalam bagian ini Pdt. Reggy Andreas menantang anak muda untuk memakai kesempatan hidupnya yang singkat untuk hidup menyenangkan Tuhan, mati-matian hidup radikal buat Tuhan. Anak muda harus membiarkan Tuhan bekerja dalam hidupnya agar anak muda dapat bekerja bagi Tuhan dan sesama. Dalam tantangannya, seluruh anak muda berlutut, berkomitmen di hadapan Allah dan mengikatkan bandana di kepala dengan tulisan “something to die for” sebagai lambang kesiapan mereka untuk mengabdikan seluruh hidup mereka bagi Tuhan, membiarkan Tuhan tinggal dalam mereka, dan mengabdikan diri bahkan sampai rela kehilangan segalanya dan mati bagi Kristus.
Course 9; setelah anak muda berkomitmen, anak muda diingatkan bahwa perjalanan mereka something to die for tidak mudah. Ada banyak tantangan, ada banyak hal yang akan membuat api cinta Tuhan dalam diri mereka padam. Karena itu, mereka harus berjalan bersama Tuhan untuk menjaga api dalam diri mereka. Pdt. Hendra G. Mulia mengajak anak muda untuk menyadari Tuhan ada dan terus bersama dengan mereka dalam hidup mereka setiap hari. Course 10; Pdt. Hendra G. Mulia mengajak anak muda untuk mempraktekkan hidup yang berjalan bersama dengan Allah dalam walking prayer. Anak muda diajak untuk berdoa sambil berjalan sebagaimana nantinya mereka akan jalani dalam kehidupan yang nyata.
Setelah melalui malam yang panjang, akhirnya rembang pagipun tiba, course 11 Pdt. Freddy Lay selaku ketua sinode GKY memberikan pesan penutup kepada anak muda agar tetap menjaga kondisi kerohaniannya dalam keadaan fit dan terus melangkah maju mempersembahkan diri di hadapan Allah. Akhirnya seluruh rohaniwan mendoakan anak-anak muda. Anak-anak muda pulang dengan teriakan : “who are you?” We are youth. Youth on Fire. Something to die for.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design