Keluaran 37-38

Ketaatan dan Penyucian

3 Agustus 2019
Bacaan Alkitab hari ini : Keluaran 37-38

Menarik untuk diperhatikan bahwa pembuatan perkakas Kemah Suci—yang dikemukakan dalam bacaan Alkitab hari ini—mengikuti secara ketat petunjuk yang telah diberikan sebelumnya oleh Musa (bandingkan 37:1-5 dan 25:10-14; 37:6-9 dan 25:17-20; 37:10-15 dan 25:23-28; 37:16-24 dan 25:29-39; 37:25-28 dan 30:1-5; 37:29 dan 30:23-25; 38:1-7 dan 27:1-8; 38:9-20 dan 27:9-19). Mengapa Musa melakukan pengu-langan secara demikian terperinci dan tidak langsung menuliskan bahwa semua ketentuan Allah tentang perabot Kemah Suci dikerjakan secara tepat oleh Aholiab dan semua pekerja yang lain? Pertama, pengulangan itu menunjukkan bahwa Allah menghendaki agar prinsip–prinsip ibadah (perlunya penyucian dosa dan kekudusan Allah yang tidak bisa bersikap toleran terhadap dosa) harus dipahami oleh umat Allah. Dengan demikian, umat Allah harus senantiasa menjaga kesucian hidup dan mengabdikan hidupnya untuk kemuliaan Allah. Kedua, umat Allah harus menyadari bahwa ketaatan yang dituntut oleh Allah itu mencakup ketaatan dalam seluruh aspek hidup. Hal ini dapat dilihat dari betapa terperincinya ketaatan dalam membangun Kemah Suci.

Bila kita memperhatikan kesamaan antara pelaksanaan pembuatan perabot dan petunjuk yang diberikan dalam daftar ayat-ayat di atas, akan terlihat suatu keanehan, yaitu tidak ada ketentuan yang diberikan sebelumnya tentang pembuatan bejana pembasuhan (38:8), padahal bejana pembasuhan ini sangat penting, terutama bagi para imam yang hendak menjalankan tugas di Kemah Suci atau Kemah Pertemuan. Bila seorang imam memasuki Kemah Suci tanpa membasuh tangan dan kaki lebih dulu, ia akan mati (30:20-21). Alas bejana pembasuhan ini dibuat dari tembaga yang berasal dari cermin para pelayan perempuan. Agaknya alas bejana ini digosok sampai mengkilap sehingga imam yang sedang membasuh tangan dan kakinya bisa melihat bila ada kotoran yang menempel di wajahnya. Pembasuhan kaki dan tangan ini merupakan simbol dari pembasuhan yang dilakukan oleh Yesus Kristus terhadap setiap orang yang menyadari dan mengakui dosanya (bandingkan dengan 1 Yohanes 1:9). Tidak ditentukannya ukuran bejana pembasuhan agaknya menunjukkan bahwa setiap dosa—tidak disebut tentang dosa besar atau dosa kecil—harus disucikan oleh darah Yesus Kristus. Apakah dosa Anda juga sudah dibasuh oleh darah Kristus? [GI. Purnama]
Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design