Kolose 3:5-17

Hidup Sebagai Manusia Baru

28 Juni 2020
GI Philip Hutapea
Mendapat sesuatu yang baru—baju baru, handphone baru, mobil baru, rumah baru, dan sebagainya—pasti menyenangkan dan membangkitkan antusias, apalagi bila yang kita peroleh merupakan hadiah. Menjadi ciptaan baru adalah anugerah Allah, tetapi menjadi manusia baru memerlukan perjuangan, kerja keras, waktu yang lama, dan proses yang tidak selalu enak. Sebagai ciptaan baru, kita diperintah-kan untuk menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui (3:9-10). Menanggalkan manusia lama berarti mematikan segala sesuatu yang duniawi dalam diri kita, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan keserakahan (3:5), serta membuang sikap marah, geram, kejahatan, fitnah, perkataan kotor, dan dusta. Setiap orang yang sudah menjadi ciptaan baru harus selalu berjuang untuk mematikan segala sesuatu yang duniawi dan membuang sikap-sikap jahat yang tidak diperkenan Allah. Sebaliknya, mengenakan manusia baru berarti mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendah-hatian, kelemahlembutan, pengampunan, serta kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”

Kecenderungan untuk kembali dalam kehidupan yang lama bukan sesuatu yang mustahil, bahkan sangat mungkin terjadi dalam kehidupan seorang Kristen. Oleh karena itu, Rasul Paulus menasihati agar kita me-matikan dan membuang manusia lama serta mengenakan manusia baru. Menjadi ciptaan baru merupakan anugerah Tuhan, tetapi mengenakan manusia baru—atau mematikan dan membuang kehidupan lama yang berdosa—menuntut perjuangan yang terus-menerus tanpa henti dengan cara mempelajari firman Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui perkataan dan perbuatan, sambil selalu bersyukur kepada Allah.

Sebagai orang-orang pilihan Allah yang telah dikuduskan dan dikasihi oleh Allah, perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru adalah sangat mungkin terwujud. Kematian Kristus memang telah mem-buat kita memperoleh pengampunan dosa. Akan tetapi, godaan untuk melakukan dosa masih ada, sehingga kita harus selalu berusaha mematikan keinginan melakukan dosa dan membuang (menanggalkan)dosa yang telah kita sadari. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda telah menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru di dalam Kristus?
Pokok Doa
1. Mahkamah Agung (MA).
2. Persiapan memasuki Ibadah masa New Normal.
3. Bidang Sarpras GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design