1 Samuel 1

Jangan Salah Menilai!

5 Juli 2020
GI Wirawaty Yaputri
Tuhan Yesus pernah mengingatkan para pendengar-Nya agar tidak menghakimi (bersikap sebagai hakim terhadap) orang lain (Matius 7:1-5). Kita perlu menyadari bahwa kita tidak sempurna dan kita juga bukan hakim yang adil. Penilaian dan penghakiman yang kita kenakan terhadap orang lain sering kali bersifat subjektif dan dapat dicemari oleh dosa kita sendiri. Contoh yang mungkin sudah pernah kita dengar misalnya adalah kisah seorang ibu yang mengatakan bahwa cucian tetangganya kotor. Setiap hari, ibu ini mengkritik mengapa tetangganya tidak mencuci pakaian sampai bersih. Ternyata, yang menjadi sumber masalah adalah bahwa kaca jendela rumah sang ibu itu sendiri yang kotor dan sudah lama tidak dibersihkan, sehingga ia selalu melihat bahwa cucian tetangganya tidak bersih.

Saat Hana datang berdoa ke Kemah Suci di Silo, Eli—yang pada waktu itu menjadi imam di sana—menyangka bahwa Hana mabuk (1:13), karena Hana terus-menerus berdoa di dalam hati dan hanya bibirnya yang bergerak. Mengapa sampai Eli—seorang imam yang melayani sekian lama di Kemah Suci—tidak dapat membedakan perempuan yang sedang berdoa dengan perempuan yang mabuk? Hal ini sangat aneh, sekaligus mengejutkan. Namun, jika kita memperhatikan kehidupan orang Israel saat itu, kita akan menemukan alasan mengapa Imam Eli dapat salah menilai Hana. Pada waktu itu, orang Israel hidup dalam kejahatan, kedurhakaan, dan kecemaran, bahkan anak-anak Imam Eli melakukan hal-hal yang buruk di area Kemah Suci. Mereka sering tidur dengan perempuan-perempuan yang berkumpul di depan pintu Kemah Pertemuan (2:22). Kemungkinan besar, pada masa itu, perempuan-perempuan mabuk dan dursila—artinya berkelakuan buruk atau jahat—sering datang ke Kemah Suci untuk menjumpai anak-anak Imam Eli. Tidak mengherankan bila Imam Eli menyangka bahwa Hana adalah salah satu dari perempuan-perempuan itu.

Eli salah menilai Hana karena ia tidak memperhatikan “balok” di depan matanya sendiri. Merupakan ironi bahwa kata “dursila” yang dipakai Hana, “Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; ...,” (1:16) dikenakan oleh penulis kitab Samuel untuk anak-anak imam Eli, “Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila...” (2:12). Berhati-hatilah saat menilai orang lain! Koreksilah diri Anda sebelum Anda mengoreksi orang lain!
Pokok Doa
1. Satuan Tugas COVID-19.
2. Persiapan Pembukaan Ibadah Konvensional.
3. Yayasan Hidup Baru.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design