1 Samuel 2:11-26

Mengenal Tuhan

7 Juli 2020
GI Wirawaty Yaputri
Sebagai orang tua, Imam Eli mengabaikan tanggung jawab untuk mengajar anak-anaknya mengenal Tuhan. Alkitab menyebutkan bahwa "mereka (anak-anak Eli) tidak mengindahkan Tuhan" (2:12b). Kata kerja Ibrani-yang dalam Alkitab Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai "mengindahkan"-diterjemahkan sebagai "mengetahui" dalam Alkitab Terjemahan Lama, dan diterjemahkan sebagai "mengenal" dalam Alkitab Terjemahan Literal. Anak-anak lelaki Imam Eli adalah orang-orang dursila yang tidak mengenal Tuhan. Karena tidak mengenal Tuhan, hati mereka tidak takut akan Tuhan. Mereka tidak segan melakukan kejahatan yang sangat tidak pantas dilakukan di area Kemah Pertemuan atau Kemah Suci, yaitu mengambil korban persembahan yang seharusnya menjadi milik Tuhan untuk dinikmati sendiri (2:13-16), bahkan mereka tidur dengan perempuan-perempuan yang berkumpul di Kemah Suci (2:22). Kebejatan mereka telah sampai pada titik yang membuat Tuhan hendak membinasakan mereka (2:25).

Perilaku kedua anak Imam Eli itu kontras bila dibandingkan dengan perilaku Samuel yang saat itu masih kecil. Walaupun Samuel adalah seorang pelayan yang masih kecil, ia memakai baju efod dari kain lenan (2:18) yang merupakan pakaian imam (lihat Keluaran 39:27-29). Samuel yang masih kecil bersikap selayaknya seorang pelayan Tuhan di rumah Allah, sedangkan anak-anak Imam Eli malah tidak bersikap semestinya. Tuhan tidak memandang seberapa besar atau seberapa terhormat pelayanan yang kita lakukan. Yang Tuhan tuntut dari seorang pelayan Tuhan adalah hati yang sungguh-sungguh mengasihi Dia serta kesediaan untuk menaati kehendak-Nya.

Saat seorang anak masih kecil, setiap orang tua wajib membawa mereka mengenal Tuhan secara pribadi. Pengenalan akan Tuhan tidak begitu saja terjadi pada diri seorang anak sebagaimana setiap bakat perlu dilatih agar bisa berkembang. Anak-anak harus belajar mengenal Tuhan sedari kecil. Kewajiban memperkenalkan Tuhan kepada anak adalah tanggung jawab orang tua yang tak boleh diserahkan sepenuhnya kepada guru di sekolah atau guru di sekolah Minggu. Guru hanya membantu. Usia Eli sudah lanjut sehingga sudah amat terlambat bila ia baru hendak mulai mengajar anak-anaknya mengenal Tuhan sesudah mereka dewasa!
Pokok Doa
1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (ADAI).
2. Pemanfaatan Sumber Daya Alam.
3. Ketua Umum dan Sekretaris Umum Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design