Yakobus 2

Iman Sejati Terwujud dalam Perbuatan

10 Desember 2021
GI Michele Turalaki

Mahatma Gandi berkata, "Jika bukan karena perilaku orang Kristen, saya sudah menjadi Kristen." Perkataan ini ia kemukakan saat orang-orang Kristen di sebuah gereja di Kalkuta menolak kehadirannya karena ia bukan berasal dari kasta tinggi atau berkulit putih. Gandhi mengagumi Kristus dan ajaran-Nya yang tidak membeda-bedakan orang, tetapi ternyata orang Kristen berlaku sebaliknya. Ironis, bukan?

Sekalipun ironis, perlu kita akui bahwa orang Kristen tidak kebal terhadap kecenderungan untuk melakukan "pembedaan" atau "memandang muka". Apalagi, saat ini, kita hidup di tengah dunia yang memegang konsep "Anda adalah apa yang Anda miliki/pakai/kendarai" (you are what you have/wear/drive). Tanpa kewaspadaan, kita akan mudah terpengaruh oleh pemikiran ini. Ini bukanlah hal baru. Yakobus menemukan masalah ini di tengah komunitas orang percaya pada masa itu. Kepada gereja masa itu serta kepada kita yang hidup pada masa kini, Yakobus mengingatkan bahwa tidak ada tempat bagi sikap penuh kecurigaan di dalam iman. Bukankah Allah yang kita imani adalah Pribadi yang tidak membeda-bedakan? (2:5) Itulah sebabnya, orang percaya tidak boleh memandang muka.

Sebaliknya, orang percaya justru harus bertindak selaras dengan hukum dan dengan mengantisipasi penghakiman yang akan datang (2:12-13).

Jika kita bercermin pada kecenderungan gereja di masa Yakobus serta pengalaman Gandhi, bagaimana bisa kita meyakini bahwa anggota gereja yang bersikap membeda-bedakan adalah orang yang beriman kepada Kristus? Inilah yang ditekankan oleh Yakobus. Yakobus menegaskan bahwa tidak boleh ada pemisahan antara iman dan perbuatan (2:14-26). Bersama dengan Rasul Paulus (lihat Efesus 2:8-9), Yakobus menyatakan bahwa dasar keselamatan hanyalah kasih karunia semata melalui iman sejati kepada Yesus Kristus, dan perbuatan adalah wujud dari iman sejati tersebut. Pengalaman Abraham dan Rahab (2:21-25) merupakan contoh iman kepada Allah yang terlihat dalam perbuatan. Iman yang menyelamatkan adalah iman yang terlihat di dalam perbuatan sehari-hari, misalnya melalui tindakan menolong orang yang perlu pertolongan (2:15-16) dan melalui sikap tidak membeda-bedakan. Apakah Anda sudah menyatakan iman Anda melalui perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.


Pokok Doa
1. Badan Narkotika Nasional RI.
2. Lembaga Rehabilitasi Pecandu Narkoba.
3. Majelis dan Staf Bidang PI Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design