Yohanes 13:1-20

Mempraktikkan Kerendahhatian

1 April 2022
GI Purnama

Teladan yang diberikan Kristus dalam Bacaan Alkitab Hari Ini sangat luar biasa! Sulit dibayangkan bahwa seorang Pemimpin Besar bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh seorang budak, yaitu membasuh kaki. Di daerah perkotaan di Indonesia, praktik membasuh kaki tidak diperlukan karena kondisi jalan pada umumnya relatif bagus. Akan tetapi, praktik membasuh kaki tamu di Palestina pada masa itu merupakan sesuatu yang sudah lumrah. Sekalipun demikian,yang bertugas membasuh kaki biasanya seorang budak. Sangat aneh bila orang yang statusnya lebih tinggi membasuh kaki orang lain yang statusnya lebih rendah. Oleh karena itu, praktik membasuh kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ini luar biasa! Apa lagi, hal itu dilakukan saat Ia sedang mencapai puncak kepopuleran.

Melalui demonstrasi kerendahhatian ini, Tuhan Yesus menegaskan bahwa karakter pemimpin dalam Kerajaan Allah itu memiliki sistem nilai yang sangat berbeda dengan sistem nilai yang dianut oleh dunia ini. Dalam ketiga kitab Injil yang lain telah disebutkan bahwa seorang pemimpin harus menjadi pelayan (Matius 20:26; Markus 10:43; Lukas 22:26). Praktik sebagai pelayan itulah yang didemonstrasikan oleh Tuhan Yesus melalui tindakan membasuh kaki para murid. Petrus--yang masih terikat oleh pola pikir lama--mula-mula menolak saat Tuhan Yesus hendak mencuci kakinya, namun akhirnya ia menurut karena takut kehilangan berkat (Yohanes 13:6-9). Setelah acara pembasuhan kaki selesai, Tuhan Yesus berkata bahwa teladan membasuh kaki itu Ia lakukan supaya dicontoh oleh murid-murid-Nya (13:12-15).Perlu diingat bahwa praktik kerendahhatian itu bukan hanya masalah membasuh kaki, melainkan mencakup berbagai aspek kehidupan yang sangat luas. Praktik kerendahhatian ini mencakup menyapa lebih dulu kepada orang yang lebih muda atau yang lebih rendah status sosialnya, kerelaan membantu melakukan hal-hal kecil seperti mencuci, membersihkan ruangan, dan sebagainya. Apakah Anda dapat menambahkan contoh-contoh praktik kerendahhatian dalam kehidupan sehari-hari yang sering Anda hadapi? Apakah Anda bersedia merendahkan diri terhadap orang-orang yang berinteraksi dengan diri Anda, termasuk terhadap orang yang lebih muda dan bawahan Anda? Apakah Anda bersedia merendahkan diri untuk melakukan "hal-hal sepele" di rumah, di kantor, di gereja, dan di mana pun Anda berada?

Pokok Doa
1. Kesehatan Mental Remaja Indonesia.
2. Yayasan Gema Kasih Yobel.
3. Badan Pekerja Majelis Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design