Yohanes 13:21-38

Kasih yang Tak Tergoyahkan

2 April 2022
GI Purnama

Perjamuan terakhir menjelang Paskah orang Yahudi yang diselenggarakan oleh Yesus Kristus bersama dengan murid murid-Nya berlangsung dengan sangat mengharukan. Beliau memberi teladan dalam melayani dengan menempatkan diri sebagai Pelayan yang mau membasuh kaki murid-murid-Nya secara sukarela. Dia sudah memberi pengumuman bahwa salah seorang murid-Nya akan mengkhianati Dia (13:21). Anehnya, saat Dia berkata kepada Yudas Iskariot, " Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera," ternyata tidak ada murid lain yang curiga bahwa Yudaslah si pengkhianat itu (13:27-28). Hal ini menunjukkan bahwa walaupun Yesus Kristus tahu bahwa Yudas Iskariot akan mengkhianati Dia, sikap-Nya terhadap Yudas Iskariot tidak berubah. Tidak ada nada suara kesal yang membuat murid-murid yang lain curiga. Kasih-Nya tak tergoyahkan! Jadi, dalam perjamuan tersebut, Tuhan Yesus telah memberi teladan dalam hal bersikap terhadap musuh. Berdasarkan standar kasih yang sedemikian tinggi, Tuhan Yesus menyampaikan pesan, " Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi."

Menghayati kasih Kristus kepada murid-murid-Nya itu penting karena kasih Kristus adalah standar bagi sikap saling mengasihi yang harus diwujudkan oleh komunitas orang percaya pada masa kini. Sama seperti Kristus bersedia membasuh kaki murid-murid-Nya, demikian pula komunitas orang percaya seharusnya merupakan komunitas yang saling melayani dan saling mengutamakan orang lain, bukan komunitas yang saling berebut kekuasaan. Sama seperti Tuhan Yesus tetap mengasihi Yudas Iskariot yang jelas merupakan seorang pengkhianat, demikian pula orang percaya harus mengasihi semua orang yang berinteraksi dengan dirinya, termasuk mereka yang sikapnya sangat menjengkelkan. Dalam masa pandemi yang kita jalani saat ini, mengasihi merupakan tantangan yang sangat berat. Kita bukan hanya perlu mengembangkan sikap toleran, tetapi kita juga perlu mengembangkan sikap hati yang mau memikirkan--bahkan mengutamakan--kepentingan orang lain. Apakahcara hidup Anda telah mengungkapkan kepedulian dalam komunitas orang percaya? Apakah Anda mau menerima--bahkan tetap mengasihi--orang-orang yang bersikap memusuhi atau yang sikapnya menjengkelkan diri Anda?

Pokok Doa
1. Kesehatan Mental Remaja Indonesia.
2. Yayasan Gema Kasih Yobel.
3. Badan Pekerja Majelis Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design