Yohanes 19:1-16

Lihatlah Manusia Itu!

13 April 2022
GI Purnama

Penderitaan Yesus Kristus luar biasa, baik secara fisik maupun secara kejiwaan. Ingatlah bahwa Dia tidak beristirahat sama sekali sejak Perjamuan Terakhir Menjelang Paskah. Perjamuan itu disusul dengan doa di Taman Getsemani yang amat melelahkan secara emosi. Setelah penangkapan, tanpa jeda waktu istirahat, Dia langsung menghadapi pengadilan agama yang terdiri dari dua tahap, yaitu pengadilan oleh Hanas dan pengadilan oleh Kayafas yang didampingi oleh para anggota Mahkamah Agama atau Sanhedrin. Setelah itu, kembali tanpa jeda waktu istirahat, Yesus Kristus dibawa menghadap Gubernur Pontius Pilatus. Dalam Injil Lukas ditambahkan penjelasan bahwa di tengah pemeriksaan oleh Pontius Pilatus, Tuhan Yesus sempat dikirim kepada Herodes (Lukas 23:8-12), lalu dikembalikan lagi kepada Pontius Pilatus.

Dari segi emosi, pemeriksaan terhadap Tuhan Yesus menimbulkan stres berat. Perhatikan bahwa Kristus tidak bersalah sedikit pun, tetapi Dia dituduh dengan berbagai tuduhan palsu dalam suatu pengadilan yang tidak adil. Pengadilan oleh Mahkamah Agama itu bukanlah pengadilan untuk mencari kebenaran, tetapi pengadilan yang memaksakan kesalahan. Para prajurit memperlakukan Dia secara kasar. Dia diejek, dihina, dan ditampar. Dia dipaksa memakai mahkota duri dan jubah ungu yang merupakan bentuk ejekan. Mereka yang telah menghina dan menyiksa Dia tidak sadar bahwa yang mereka hina dan mereka siksa itu benar-benar adalah Raja atas alam semesta ini! Pengadilan oleh Pontius Pilatus--dan juga oleh Herodes--merupakan sesuatu yang memalukan karena menunjukkan bahwa orang Yahudi tidak memiliki wewenang untuk menyelesaikan masalah di antara orang Yahudi sendiri. Akan tetapi, terlibatnya Pontius Pilatus--seorang non-Yahudi--secara tidak langsung memperlihatkan bahwa Tuhan Yesus adalah Juruselamat untuk semua bangsa, bukan hanya untuk bangsa Yahudi saja!

Perkataan Pilatus, "Lihatlah Manusia itu!" (19:5) adalah perkataan yang tetap penting bagi kita saat ini. Lihatlah! Yesus Kristus telah rela menderita secara luar biasa bukan karena Ia melakukan kesalahan, tetapi karena Ia sedang menanggung dosa Anda dan saya. Bagaimanakah perasaan Anda bila Anda saat itu hadir dan menyaksikan penderitaan Yesus Kristus? Ingatlah bahwa hanya dengan memandang kepada pengorbanan Tuhan Yesus, kita bisa memperoleh hidup yang kekal!

Pokok Doa
1. Kesehatan Mental Remaja Indonesia.
2. Yayasan Gema Kasih Yobel.
3. Badan Pekerja Majelis Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design