Yohanes 20:19-31

Percaya Walaupun Tidak Melihat

19 April 2022
GI Purnama

Saat para murid berkumpul di sebuah ruangan yang terkunci, tiba-tiba Tuhan Yesus berdiri di tengah-tengah mereka. Hal ini menunjukkan bahwa sesudah Yesus Kristus bangkit dari kematian, Ia mengenakan tubuh yang baru, yaitu tubuh kebangkitan yang tidak terbatasi oleh ruang. Para murid yang berada di ruangan itu jelas tidak bisa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat sendiri. Akan tetapi, Tomas, yang sedang tidak bersama-sama dengan para murid yang lain, tidak bisa memercayai hal yang tidak bisa dimengerti oleh akal manusiawinya yang terbatas itu. Tomas berkata kepada mereka: " Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." (20:25b). Delapan hari kemudian, saat Tomas berada di rumah itu bersama-sama dengan para murid yang lain, Tuhan Yesus kembali hadir di tengah-tengah mereka. Saat itu, Tuhan Yesus berkata kepada Tomas, " Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (20:29).

Dalam anugerah dan hikmat-Nya, kadang-kadang Tuhan memperlihatkan tanda kepada mereka yang sulit untuk percaya tanpa melihat. Akan tetapi, tidak semua orang memperoleh anugerah untuk melihat tanda. Prinsip yang umum berlaku adalah, "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (20:29b). Ingatlah bahwa "Iman adalah ... bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (Ibrani 11:1). Walaupun adanya tanda penting bagi orang yang lemah imannya, orang beriman seharusnya percaya tanpa perlu melihat tanda. Pada masa kini, banyak orang Kristen merasa bangga bila bisa melihat tanda dan merasa rendah diri bila tidak melihat tanda. Salah satu tanda yang sering dikejar oleh orang Kristen adalah bahasa roh, padahal bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman (1 Korintus 14:22a). Perlu diingat bahwa kepercayaan Kristen didasarkan pada Alkitab dan Alkitab ditulis dalam konteks sejarah masa lampau yang harus dipercaya dengan iman. Bila kepercayaan kita didasarkan pada apa yang kita lihat, kita tidak bisa berpegang teguh pada firman Allah. Apakah Anda berani mempercayai kebenaran firman Allah walaupun banyak peristiwa yang harus dipercaya dengan iman dan banyak janji yang belum terwujud saat ini?

Pokok Doa
1. Kesehatan Mental Remaja Indonesia.
2. Yayasan Gema Kasih Yobel.
3. Badan Pekerja Majelis Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design