Lukas 5:27-39

Mengikut Kristus dengan Membayar Harga

9 Maret 2025
GI Purnama

Keselamatan adalah anugerah Allah yang diberikan kepada orang percaya melalui pengorbanan Kristus. Kita hanya perlu menerima keselamatan itu dengan iman. Sekalipun demikian, anugerah Allah tidak boleh diremehkan. Sikap meremehkan anugerah Allah mencerminkan kedangkalan iman. Kristus membayar anugerah keselamatan itu dengan harga yang amat mahal, yaitu darah-Nya sendiri. Seorang yang sungguh-sungguh memahami betapa berharganya anugerah keselamatan akan bersedia membayar harga—atau menjalani konsekuensi—dari mengikut Kristus. Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita bisa menyimak harga yang harus dibayar oleh seorang pemungut cukai bernama Lewi atau Matius (bandingkan 5:27-32 dengan Matius 9:9-13). Profesi pemungut cukai dibenci oleh masyarakat pada masa itu, tetapi profesi ini memberikan penghasilan yang besar. Lewi harus berjuang atau bersaing ketat untuk mendapat profesi tersebut. Sekalipun demikian, ia bersedia meninggalkan profesi yang mendatangkan banyak uang tersebut supaya dia bisa mengikuti Kristus yang berkeliling untuk melayani.

Pada masa kini, ada—tetapi tidak banyak—orang yang bersedia meninggalkan profesi yang menghasilkan banyak uang untuk menjalani pelayanan penuh waktu yang diamanatkan oleh Yesus Kristus, Sang Mesias itu. Sebagian orang beranggapan bahwa melayani adalah tugas yang hanya pantas dilakukan oleh para pengangguran atau orang yang tidak cakap melakukan pekerjaan yang lain. Kita perlu menyadari kontras antara keselamatan di dalam Kristus yang diberikan secara cuma-cuma dengan pelayanan yang diamanatkan Kristus yang menuntut kesetiaan dan pengorbanan. Kita hanya menerima dengan iman dan tidak perlu membayar apa pun untuk memperoleh keselamatan di dalam Kristus. Akan tetapi, kita harus membayar harga yang mahal bila kita ingin sungguh-sungguh mengikut Kristus dan melaksanakan kehendak-Nya. Ada dua kekeliruan yang umum terjadi saat seseorang handak mengikut Kristus, yaitu anggapan bahwa mengikut Kristus membebaskan kita dari masalah dan mengikut Kristus membuat kita menjadi penguasa. Kedua anggapan itu keliru karena kita masih berada di dalam dunia yang berdosa yang terus mengalami kemerosotan, khususnya secara moral. Menjadi pengikut Kristus berarti menjadi pelayan, bukan penguasa. Oleh karena itu, mengeluh saat menghadapi masalah dan bertindak sebagai penguasa yang sewenang-wenang merupakan dua sikap yang bertentangan dengan kehendak Tuhan! Apakah Anda bersedia memikul semua risiko dalam mengikut Kristus? Bila Anda menjadi pemimpin Kristen, apakah Anda menjadi pemimpin yang melayani?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design