Berita pertobatan adalah pembuka jalan agar seseorang bersedia membuka hatinya terhadap Yesus Kristus, Sang Mesias. Mereka yang menolak untuk bertobat pasti akan menolak pula keselamatan yang tersedia di dalam Kristus. Mereka yang sadar bahwa diri mereka berdosa akan datang kepada Sang Juruselamat untuk menerima pengampunan dosa. Pengampunan dosa itu bersifat abstrak atau tak terlihat dengan mata. Oleh karena itu, berita pengampunan dosa di dalam Kristus itu diawali dengan hal-hal yang terlihat oleh mata, yaitu orang buta bisa melihat, orang lumpuh bisa berjalan, orang yang najis karena penyakit kulit menjadi tahir, orang tuli bisa mendengar, orang mati dibangkitkan, dan orang miskin mendapat kabar baik (7:22). Kesembuhan secara fisik yang dikerjakan Sang Mesias merupakan tanda bagi keselamatan secara utuh yang bukan hanya mencakup tubuh yang baru atau tubuh yang dibangkitkan (1 Korintus 15:35-46), tetapi juga mencakup keselamatan jiwa dan roh, sehingga kita benar-benar diubahkan menjadi manusia baru di dalam Kristus. Sungguh tragis bahwa orang banyak—termasuk para pemungut cukai yang dianggap sebagai sampah masyarakat—mengakui kebenaran Allah dan memberi diri dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, tetapi para pemimpin agama Yahudi—termasuk orang-orang Farisi dan para ahli Taurat—menolak untuk dibaptis (7:29-30).
Kontras antara sikap Simon—orang Farisi yang mengundang Yesus Kristus untuk makan di rumahnya—dengan sikap perempuan berdosa yang meminyaki kaki Tuhan Yesus sambil menangis menunjukkan perbedaan yang jelas antara seorang yang merasa dirinya baik dan tidak memerlukan Penebus dosa dengan seorang yang sadar bahwa dirinya hina karena dosa. Simon tidak melakukan kewajibannya untuk mencuci kaki tamu yang datang ke rumahnya karena ia memandang dirinya sebagai orang yang baik dan terhormat, tetapi perempuan berdosa itu meminyaki kaki Tuhan Yesus dengan minyak wangi dan dengan air mata karena hatinya dipenuhi oleh rasa syukur atas penerimaan Tuhan Yesus terhadap dirinya (7:37-46).
Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa sikap kita terhadap seruan untuk bertobat menentukan sikap kita terhadap keselamatan seutuhnya yang tersedia di dalam Kristus. Bila kita menolak untuk bertobat, kita tidak akan bisa menerima keselamatan itu. Apakah Anda sadar bahwa Anda adalah orang berdosa yang memerlukan penebusan dosa yang tersedia di dalam Kristus? Apakah Anda sudah merespons keselamatan yang tersedia di dalam Kristus melalui pertobatan yang diwujudkan dalam tindakan nyata?