Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Mesias yang berkuasa: Pertama, Kristus berkuasa atas alam. Saat topan melanda danau Galilea, para murid ketakutan, tetapi Tuhan Yesus tertidur di dalam perahu. Dia tidak takut karena Dia berkuasa atas alam semesta. Ia menghardik topan itu dan seketika, danau menjadi teduh. Kedua, Kristus berkuasa atas roh jahat. Di Tanah orang Gerasa, Tuhan Yesus bertemu dengan seorang yang dirasuk oleh sekumpulan besar roh jahat yang bernama Legion. Legion adalah istilah militer untuk sekelompok besar tentara yang terdiri dari ribuan orang. Jadi, di sini, bisa dikatakan bahwa Tuhan Yesus berhadapan dengan sekumpulan pasukan roh jahat yang terdiri dari ribuan roh jahat. Kumpulan roh jahat ini tidak berani melawan Tuhan Yesus, sehingga mereka memohon izin untuk pindah ke kawanan besar babi yang kemudian terjun ke dalam jurang. Ketiga, Kristus berkuasa atas penyakit dan kematian. Dia bukan hanya bisa membangkitkan anak perempuan Yairus yang sudah meninggal, tetapi seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan langsung sembuh saat menyentuh jubah-Nya.
Kuasa Yesus Kristus merupakan sumber penghiburan yang menguatkan setiap orang percaya yang hidup bersandar kepada-Nya. Orang yang memercayai Yesus Kristus tidak perlu takut menghadapi bencana alam, roh-roh jahat, serta penyakit dan kematian. Orang yang memercayai Yesus Kristus bisa meyakini bahwa bencana alam, penyakit, dan kematian hanya bisa terjadi bila Allah mengizinkan hal itu terjadi. Bila Allah membiarkan bencana alam, penyakit, dan kematian terjadi, Allah pasti memiliki rencana yang baik bagi kepentingan umat-Nya. Saat menghadapi bencana alam atau penyakit, kita bisa datang mencari pertolongan kepada Yesus Kristus, Sang Mesias itu. Orang yang memercayai Yesus Kristus juga tidak perlu ketakutan menghadapi roh-roh jahat karena Yesus Kristus yang kita percayai lebih berkuasa daripada roh-roh jahat itu.
Bagaimana sikap Anda saat menghadapi bencana alam, sakit, dan kematian: Apakah Anda meyakini bahwa Allah selalu memiliki maksud baik bila hal-hal itu terjadi? Memercayai Allah bukan berarti kita bersikap pasif dan tidak peduli terhadap bencana alam, penyakit, dan kematian! Menjaga kelestarian alam dan menjaga kesehatan adalah tanggung jawab setiap warga negara, termasuk orang percaya. Yang harus kita cegah adalah merasa takut atau khawatir secara berlebihan, seolah-olah Allah tidak sanggup melindungi diri kita! Apakah Anda sudah belajar memercayai Allah dan bersandar kepada Kristus?