Banyak orang berpikir bahwa keberhasilan dalam pelayanan amat bergantung kepada kemampuan kita dalam melayani. Akan tetapi, bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan bahwa pelayanan tidak didasarkan pada kemampuan diri kita, tetapi didasarkan pada kebergantungan terhadap Allah yang tidak terbatasi oleh batas-batas manusiawi. Kristus meminta para murid yang diutus untuk menjalankan misi memberitakan tentang Kerajaan Allah dan mempraktikkan penyembuhan orang sakit. Kemampuan atau kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit diberikan oleh Allah, bukan dilatih atau dipelajari. Dalam hal kesiapan secara jasmani, Kristus menginginkan agar para murid mengandalkan Allah sepenuhnya. Oleh karena itu, para murid diminta untuk tidak membawa bekal, melainkan bergantung pada kemurahhatian orang yang akan mereka layani.
Perlu disadari bahwa melayani itu tidak boleh dilandasi oleh motivasi mencari keuntungan atau mendapat upah. Setelah para murid kembali dari ladang misi, Tuhan Yesus membawa mereka ke kota Betsaida. Akan tetapi, orang banyak mengikuti mereka, dan Tuhan Yesus memberitakan tentang Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang sakit. Setelah menjelang malam, murid-murid mengusulkan agar orang banyak diminta untuk pergi mencari tempat menginap dan makanan, tetapi Tuhan Yesus justru meminta para murid memberi mereka makan, dan kemudian terjadilah mukjizat yang dicatat dalam keempat kitab Injil, yaitu Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang laki-laki, belum termasuk wanita dan anak-anak yang jumlahnya tidak ikut dihitung. Kisah ini memperlihatkan bahwa misi tidak selalu bersifat timbal balik. Tuhan Yesus memberikan makanan rohani berupa frman Tuhan, tetapi Ia juga memberikan makanan jasmani.Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan banyak hal yang penting, antara lain: Pertama, menjalankan misi itu memerlukan pelatihan, tetapi pelatihan itu harus dilengkapi dengan sikap bergantung kepada Allah. Kedua, kuasa yang diperlukan untuk melayani itu bukan diperoleh melalui adanya bakat atau pelatihan, tetapi kuasa itu diberikan oleh Kristus sehingga kita dimampukan untuk melaksanakan misi (bandingkan 9:1 dengan Matius 28:18-20). Ketiga, misi yang diamanatkan Kristus kepada kita bukan berorientasi pada keuntungan kita yang menjalankan misi, tetapi berorientasi pada keperluan orang yang menjadi sasaran misi. Apakah Anda sudah terlibat dalam misi memberitakan Kerajaan Allah? Apakah Anda dan gereja Anda telah memikirkan kebutuhan orang-orang yang menjadi sasaran misi serta berusaha memenuhi kebutuhan tersebut?